NUNUKAN, penakaltara.com - SMK Pertanian Perlu Dibangunkan Greenhouse,
Inginkan SMK Bangun Daya Saing
Usai menjajal tapal batas di wilayah
Kabupaten Nunukan, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie tiba di Kabupaten
Malinau. Di sini, Gubernur juga akan meninjau sejumlah titik pembangunan
infrastruktur, salah satunya adalah SMK Pertanian Pembangunan Malinau.
Indra Yustian, Humas Provinsi Kaltara
TEPAT pukul 09.00 Wite para rombongan mulai
melakukan perjalanan dari rumah jabatan Bupati Malinau untuk melihat proyek
pembangunan infrastruktur. Terdapat sejumlah titik yang disinggahi oleh
rombongan gubernur, salah satunya SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau.
Di sini, agenda gubernur adalah meresmikan
ruang praktek siswa (RPS) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian dan Pembangunan
Malinau. Saat tiba di SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau, gubernur disambut
hangat oleh kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono.
Menurutnya, sekolah ini memiliki potensi
lebih yang harus dikembangkan dari sekarang. Pasalnya, lahan pertanian di
Kaltara begitu luas sehingga peningkatan sumberdaya manusia untuk menggarap
sektor pertanian juga harus diperkuat.
“Kepala sekolah dan seluruh jajarannya
harus bekerja keras, agar kualitas SDM yang ada di sekolah ini juga memiliki
kualitas. Sedangkan Disdikbud Kaltara, perlu membantu peningkatan sarana dan
prasarana di sekolah ini,”ujar Irianto disambut tepuk tangan oleh undangan.
Peningkatan sarana prasarana itu pun tidak
lepas dari pembiayaan. Meski terbatas, lanjut Irianto, pihak sekolah maupun
dari Disdikbud diminta untuk melakukan terobosan agar tidak bergantung pada
anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saja.
“Saya mengajak kepada seluruh jajaran untuk
terus melakukan terobosan dalam membangun layanan pendidikan. Misalnya, untuk
membangun sarana pendidikan lainnya, dapat diusulkan kepada perusahaan yang
beroperasi di Kaltara,”jelasnya.
Sebab, perusahaan yang beroperasi di
Kaltara memiliki program corporate social responsibility (CSR) yang itu telah
diamanahkan oleh undang-undang. Irianto menyarankan agar sekolah dapat
mengusulkannya kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Terlebih lagi SMK di
Malinau harus didukung dengan fasilitas yang memadai untuk menunjang kualitas
siswa dan guru.
“Karena itu di SMK harus ada lahan
pertanian dan perkebunan. Ini nantinya dapat dijadikan ruang berkreasi para
siswa, sehingga para siswa ini tidak hanya mendapatkan materi di kelas dan
ruang praktek, tetapi juga turun ke lapangan,”tambahnya.
Ia mencontohkan seperti SMK Tridaya Pratama
yang dikelola oleh Yayasan Kayan Makmur, sudah sangat memiliki fasilitas yang
cukup memadai. Melihat dari sekolah itu, Irianto menginginkan agar perusahaan
yang beroperasi di Kabupaten Malinau dapat membantu peningkatan sarana
prasarananya melalui program CSR.
Dengan begitu, kualitas siswa SMK yang ada
di Kabupaten Malinau dapat bersaing dengan daerah lainnya. Tidak hanya itu,
Irianto juga menginstruksikan Disdikbud Kaltara untuk meningkatkan sarana
Pendidikan terintegrasi di Kaltara.
Misalnya, di SMK Pertanian dan Pembangunan
Malinau untuk dibangunkan greenhouse. Menurutnya, lahan yang ada di SMK
tersebut sudah cukup memadai dengan luas lahan 10 hektare. Ia berharap agar SMK
ini dapat menjadi salah sekolah modern yang memiliki teknologi pertanian yang
cukup memada.
“Muatan pelajaran produktifnya di SMK
sebesar 60 persen. Sehingga ini harus diperkuat dengan materi praktek sehingga
ketika lulus, siswa SMK ini sudah dapat bersaing. Karena itu, teknologi bertani
kita harus bisa lebih maju dari daerah lain, bahkan di negara. Jadi jangan
mudah menyerah, dan mari kita berpikir jauh ke depan,”tuntas Irianto. (bersambung)


Komentar Anda: