Tiba
di Dermaga Sungai Ular, Kecamatan Seimenggaris, Sabtu (13/7) sekitar pukul 8
pagi. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan rombongan yang menggunakan
speedboat dari PLBL Liem Hie Djung, bergegas menuju mobil yang akan membawanya
menjajal aspal jalan nasional di perbatasan Indonesia-Malaysia itu.
IWAN
SUPRIADI BANI, Humas Provinsi Kaltara
DIPANDU
mobil patroli dan pengawalan (Patwal) dari kepolisian, mobil berpelat nomor KU
1 yang ditumpangi Gubernur melaju bersama sekitar 50-an mobil lainnya secara
berurutan dengan rapi pada jalur kiri. Tujuan pertama kunjungan kerja ini,
adalah meresmikan Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan
Seimenggaris.
Sekitar
2 jam perjalanan, rombongan tiba di destinasi. Gubernur didampingi Ketua DPRD
Kaltara Marthen Sablon dan Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Indrajit, Danrem
091/ASN Kolonel Inf. Irham Waroihan dan rombongan lainnya disambut ibu-ibu PKK
serta ritual penyambutan tamu ala masyarakat setempat. Desa Sekaduyan Taka
dipimpin Taka Putra Sinar Jaya.
Usai
seremonial peresmian BPU, Gubernur pun menyampaikan sambutan. Gubernur mengaku
kagum dengan pengelolaan Dana Desa oleh masyarakat dan aparat setempat. Dari
sekitar Rp 900 juta Dana Desa yang diterima, oleh sang kepala desa, dibagi
merata ke 5 Rukun Tetangga (RT) yang ada. “Dari laporan Dana Desa Sekaduyan
Taka, realisasi belanjanya sudah mencapai Rp 1,2 miliar. Ini bagus sekali. Namun,
saya ingatkan agar tetap transparan, akuntabel dan kredibel dalam
pengelolaannya. Karena, kini ada Satgas
Gabungan yang disupervisi KPK untuk
pengawasan Dana Desa itu,” tutur Irianto.
Gubernur
juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang akan dilakukan di wilayah
Seimenggaris dan kecamatan lain di Nunukan. Salah satunya mengenai rencana
pembangunan pelabuhan dan dermaga Sungai Ular. “DED-nya sudah ada, tinggal
penyusunan Amdal. Setelah itu, saya akan beraudiensi dengan Menhub untuk
membangun dermaga yang modern di Sungai Ular. Ini akan menjamin keamanan dan
keselamatam penumpang,” jelas Gubernur.
Di
bidang kelistrikan, Pemprov melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
juga mengusulkan beberapa proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan kepada
PT PLN (Persero). Utamanya, di Kecamatan Sembakung Atulai, Sebuku dan
Seimenggaris pada tahun ini. Di antaranya, untuk Kecamatan Seimenggaris, PT PLN
akan membuka unit layanan baru di Desa Sekaduyan Taka. Lalu membangun
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 3 x 250 kilowatt, dan Jaringan Tegangan
Menengah sepanjang 11,18 kilometer dengan trafo 4 x 50 kilo volt ampere. “Insya
Allah dalam 2 sampai 3 kedepan sudah dapat direalisasikan program-program itu,”
urai Irianto. Di kesempatan itu, Gubernur menyerahkan secara simbolis sejumlah
bantuan dari beberapa OPD kepada perwakilan lembaga dan tokoh masyarakat
setempat.
Perjalanan
berlanjut. Tak jauh dari lokasi pertama, iring-iringan berhenti. Tampak
Gubernur dan sejumlah pejabat yang turut serta pada kunjungan ini memasuki
rumah warga yang sedang menggelar hajatan pernikahan. Tak lama berselang,
iring-iringan kembali melaju. Tujuannya adalah Pos Pamtas RI-Malaysia/Pos Gabma
Seimengaris. Bertemu para prajurit TNI dan Angkatan Tentara Malaysia (ATM), Gubernur
tampak bersemangat. Bahkan sempat mencicipi menu ala tentara, sembari
beristirahat di barak istirahat para penjaga perbatasan itu.
Puas
melepas lelah, Gubernur dan rombongan pun menuju titik kunjungan selanjutnya.
Yakni, SMK Negeri 1 Tulin Onsoi di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi. Disini, rombongan
beristirahat sembari makan siang.
Usai
makan siang, Gubernur pun meresmikan Ruang Praktik Siswa (RPS) SMK tersebut
serta menandatangani prasasti Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Naputi,
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Desa Salang, dan gapura Desa Sekikilan.
Seperti sebelumnya, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan
dari Pemprov Kaltara.
Pesan
Gubernur kepada masyarakat Tulin Onsoi, tak jauh berbeda dari pesannya di Desa
Sekaduyan Taka, Seimenggaris Yakni, soal pentingnya tertib administrasi. “Di
bidang pendidikan, Pemprov Kaltara telah memberikan insentif guru, sebesar Rp
500 ribu. Insentif diberikan secara bertahap setiap triwulan. Namun, dalam
realisasinya sering telat karena salah satunya akibat lambannya penyelesaian
masalah administrasi di pemerintah daerah setempat. Persoalan lainnya, dari
hasil audit dana yang disalurkan tersebut digunakan untuk kepentingan yang lain.
Ini sangat tak dibenarkan,” jelas Gubernur.
Informasi
lainnya, adalah soal adanya kenaikan jumlah bantuan rehab rumah bagi warga
kurang mampu yang didanai APBN. “Dari APBN, Kaltara mendapatkan tambahan
anggaran untuk program rehab rumah. Bahkan jatahnya per rumah tangga sasaran
juga akan meningkat,” urai Irianto. Dari APBN, jumlah bantuan per rumah tangga
sasaran dari Rp 15 juta menjadi Rp 27,5 juta. Ini dialokasikan untuk 3 ribu
rumah tangga sasaran se-Kaltara.
Tak
hanya APBN, program sejenis juga didanai oleh APBD Provinsi Kaltara. Alokasinya
sekitar 700 unit rumah. “Dananya akan diserahkan langsung kepada pemilik rumah,
dikerjakan swadaya oleh pemilik rumah, dan pemilik rumah juga menentukan
sendiri apa yang diperlukannya,” papar Gubernur.
Tuntas
acara di SMK Tulin Onsoi, hari mulai sore. Namun, di tengah gerimis, Gubernur
pun menyempatkan diri meninjau pembangunan rumah warga yang dibantu program
rehab rumah APBN, BSPS di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis. Pemilik rumah itu,
adalah Iswandi, 50 tahun. “Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kepercayaan
diri warga, dan nantinya akan semakin giat bekerja juga menatap masa depan yang
lebih baik,” ucap Irianto.(bersambung)


Komentar Anda: