Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Kadisdik Kaltara Sigit Muryono saat meninjau SMA Negeri 8 Malinau, Minggu (14/10) pekan lalu.
|
TARAKAN, penakaltara.com | Meninjau jalan perbatasan, menjadi rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie pekan lalu. Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi jalan dari tapal batas Nunukan dan Malinau bahkan hingga ke perbatasan negara.
Setelah melakukan perjalanan meninjau kondisi jalan serta
menyerahkan bantuan rehab rumah, Gubernur beserta rombongan singgah ke SMA
Negeri 8 Malinau. Di sini, Gubernur akan meresmikan ruang perpustakaan siswa di
sekolah itu.
Disambut oleh tarian adat Dayak Lundayeh, membuat
Gubernur takjub dengan keinginan siswa dan tenaga pendidik untuk bertemu dengan
orang nomor satu di Kaltara ini. Saat memberikan sambutannya, gubernur tak
segan langsung menyampaikan apresiasinya atas penyambutan yang begitu luar
biasa. “Terima kasih atas penyambutan yang begitu
luar biasa, saya sangat terharu dengan keinginan kuat dari siswa SMA Negeri 8
Malinau atas persiapan yang begitu sempurna,” jelas
Gubernur, pekan lalu.
Irianto pun sempat mendengarkan usulan dari kepala
sekolah setempat. Salah satunya adalah rencana mewujudkan sekolah unggulan di
Bumi Intimung-sebutan lain Malinau. Rencana ini, sebenarnya
sudah lama mencuat, namun untuk mewujudkannya perlu dilakukan upaya terobosan.
Selain itu juga perbaikan jalan akses menuju sekolah. Pasalnya saat akan
memasuki SMA Negeri 8 Malinau, harus melewati jalan tanah yang kerap berdebu
ketika kendaraan roda 4 masuk.
Pun sebaliknya, jika musim hujan acap kali kendaraan akan
kesulitan lantaran melewati jalan yang becek. Hal ini pun akan menghambat
proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Selain akses masuk ke sekolah,
usulan lain yang didengar oleh Gubernur juga adalah
perbaikan danau di sekolah. Ini sering meluap ketika musim hujan tiba.
Gubernur pun lantas menanggapi beragam usulan tersebut
dengan nada optimistis. Salah satunya dengan menginstruksikan Dinas Pekerjaan
Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara
untuk menindaklanjutinya.
Baginya proses pembangunan infrastuktur termasuk sarana
pendukung di sekolah tidak hanya melalui pemerintah saja. Diperlukan banyak
terobosan agar usulan atau gagasan yang disampaikan dapat terwujud. Yang
terpenting adalah, bagaimana layanan pendidikan di Kaltara tetap berjalan. “Kita
harus konsisten melakukan inovasi, sehingga tidak membuat kita bergantung pada
satu hal. Apalagi dalam mewujudkan pembangunan inovasi dan terobosan itu perlu
dan mendapat prioritas,” jelas Irianto yang disambut tepuk tangan oleh siswa.
Berkaitan dengan rencana membentuk SMA unggulan di
Malinau, Irianto memberikan sinyal positif dengan menginstruksikan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara untuk membantu proses
pembangunannya. “Untuk mewujudkannya
memang tidak mudah, tapi jika semua pihak ikut berperan, saya optimistis itu
akan segera terlaksana,” tuntas
Irianto.(bersambung)


Komentar Anda: