TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Pemerintah melalui Dinas Komunikasi dan
Informatika (Diskominfo) Kaltara terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat
di sektor telekomunikasi. Upaya tersebut salah satunya adalah pelayanan
jaringan seluler maupun data internet yang berkualitas.
Kepala Diskominfo Kaltara Syahrullah
Mursalin mengungkapkan, telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan mendasar
yang harus dipenuhi. Hal ini pun menjadi target nasional, yang mana pada
2020 seluruh daerah termasuk di Kaltara harus ‘bebas signal’ atau dapat
mengakses jaringan telekomunikasi.
Data terbaru Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kemenkominfo), peta sebaran selular di desa/kelurahan dan permukiman masih
beragam. “Untuk kualitas jaringan 2G di desa/kelurahan mencapai 90,03
persen dan di permukiman 98,44 persen. Kualitas jaringan 3G di desa/kelurahan 76,74
persen dan di permukiman 93,53 persen. Kualitas jaringan 4G di desa/kelurahan
73,77 persen dan di permukiman 90,84 persen,” kata Syahrullah saat menjadi narasumber di Respons Kaltara, Senin (10/12).
Di Kaltara, lanjut Syahrullah, yang merupakan daerah di
perbatasan dengan kondisi geografis cukup luas dengan beberapa wilayah berada
pada situasi 3T (tertinggal, terpencil dan terluar), masih banyak warga yang
mengeluhkan ketersediaan jaringan. Pemerintah, tetap berupaya untuk
merealisasikan target itu di provinsi yang berusia 5 tahun ini. “Mengacu
pada data usulan titik pembangunan BTS (Base Transceiver Station), masih ada
sebanyak 248 usulan untuk daerah permukiman dan desa-desa terpencil, khususnya
di perbatasan. Sementara yang terealisasi sampai saat ini masih 67 titik,
artinya belum mencapai 50 persen,” ungkap Syahrullah. Ia
mengakui butuh kerja keras untuk mencapai target 100 persen, khususnya di Kaltara
dengan sisa waktu dua tahun kedepan.
Kendati demikian, ia optimis dapat memberikan pelayanan
jaringan kepada seluruh masyarakat Kaltara pada 2020 mendatang. “Minimal
bagaimana semua warga bisa akses jaringan seluler. Meskipun ada komunitas warga
yang di daerahnya masih sulit jaringan, tapi ada daerah yang tidak jauh bisa ia
akses,” ujarnya.
Selain itu, Syahrullah juga berharap kerja sama setiap
kabupaten yang ada untuk dapat mendorong tercapainya target nasional tersebut.
Terlebih untuk pembangunan BTS, perlu ketersediaan lahan, dimana kabupaten/kota
yang berperan sebagai pemilih wilayah.
Sementara itu, Manager Enterprise, Government Bisnis
Service PT Telkom Witel Kaltara, Hidayat mengungkapkan, PT Telkom selaku
penyedia jasa layanan telekomunikasi terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. “Telkom khususnya di Witel
Kaltara, siap mendukung yang diprogramkan Pemprov Kaltara. Kita optimis target
yang dipatok kementerian terhadap daerah, dapat
dipenuhi. Karena itu, perlu sinergitas yang harus dibangun oleh kedua belah
pihak, agar Kaltara dapat menjadi kawasan yang jaringan telekomunikasinya
terpenuhi,” jelas Hidayat.
Saat ini, PT Telkom sedang membangun kabel fiber optic (FO) dari
arah Kabupaten Nunukan ke Kota Tarakan. Tentu
teknologi yang digunakan adalah teknologi kabel bawah laut, yang saat ini kapalnya
sedang disiapkan. “Kapalnya saat ini sedang berada di
Balikpapan, insya Allah program
ini selesai pada Februari 2019,” jelasnya.(humas)


Komentar Anda: