TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr
H Irianto Lambrie menyampaikan, masyarakat Kaltara wajib bersyukur. Selain memiliki
Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah, provinsi ini juga memiliki keunggulan sosial.
Yaitu kemajemukan masyarakat. “Kaltara memiliki masyarakat yang majemuk, namun alhamdulillah
tetap aman dan damai. Ini yang harus kita jaga bersama.
Kemajemukan di satu sisi
adalah anugerah. Di sisi lain bisa menjadi ancaman perpecahan, jika tidak dijaga
dengan baik,” kata Gubernur dalam dialog bertemakan agama dan kebangsaan bersama
Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Komisi VIII DPR RI
Muhammad Ali Tahir di Ruang Pertemuan Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara,
Rabu (26/12).
Sebelumnya, Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub)
Kaltara H Udin Hianggio, Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Indrajit dan beberapa pejabat
lainnya menyambut kedatangan Menteri Agama dan Ketua Komisi VIII DPR RI bersama
rombongan di Pelabuhan VIP Kayan I Tanjung Selor. "Hari ini, Rabu 26 Desember
2018 kita bersyukur kedatangan tamu Menteri Agama RI, Bapak Lukman Hakim Saifuddin.
Kedatangan beliau bisa dikatakan sebagai sejarah, sebagai Menteri Agama yang pertama
kalinya datang ke Tanjung Selor,” ucap Gubernur.
“Atas nama masyarakat Indonesia di Kaltara, saya menyampaikan
selamat datang, dan berterima kasih atas kesediaannya berkunjung ke Kaltara,” lanjutnya.
Ada beberapa kegiatan yang dilakukan Menteri Agama selama
di Tanjung Selor. Sebelum melakukan dialog dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat
dan FKUB, Menteri Agama yang didampingi Gubernur meresmikan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (PTSP) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara di
Jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor. “Selaku Gubernur, saya menyampaikan hormat
dan terima kasih atas peresmian ini. Pelayanan terpadu ini menambah kemudahan bagi
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah. Ini juga seiring dengan
keinginan kita, agar Kaltara bergerak cepat,” urai Irianto.
Dalam kesempatan dialog, Gubernur mengajak kepada seluruh
masyarakat, utamanya para tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya, untuk sama-sama
menjaga kebersamaan, menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kaltara. “Dan yang terpenting
juga, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”
ujar Irianto.
Di sela-sela acara dialog, Gubernur Kaltara menerima penghargaan
dari Menteri Agama. Penghargaan ini diberikan, karena keberhasilan Irianto, selaku
kepala daerah melalui program dan kebijakannya untuk menjaga kerukunan umat beragama
di Kaltara. Selain Gubernur, penghargaan 'Harmoni Award' juga diberikan kepada beberapa
tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kaltara.
“Kepada Menteri Agama, dalam kesempatan yang baik ini saya mengusulkan agar di
Kaltara bisa didirikan pendidikan tinggi keagamaan. Semoga usulan ini bisa direalisasikan,
sebagai upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kalimantan Utara,”tutup Gubernur.(humas)


Komentar Anda: