TANJUNG SELOR, penakaltara.com - Untuk periode kedua dalam tahun ini, Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memberangkatkan umroh ke Tanah Suci Makkah. Kali ini, ada 75 orang warga Kaltara yang diberangkatkan atas biaya
Pemprov Kaltara.
Kepala Bagian (Kabag) Keagamaan Biro Kesejahteraan
Rakyat Setprov Kaltara Rosyid mengungkapkan, mereka yang diberangkatkan untuk melaksanakan
ibadah umroh berasal dari sejumlah daerah
kabupaten/kota se-Kaltara. “Mereka terdiri dari warga tidak mampu yang dibantu atas
kebijakan Gubernur (Dr H Irianto Lambrie). Ada juga petugas fardu kifayah, pengurus
masjid, penggali kubur, serta imam masjid. Selain itu, ada beberapa orang pemenang hadiah
kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltara,” ungkap Rosyid.
Diungkapkan, warga yang akan diberangkatkan
umroh, belum lama
ini telah bertolak ke Jakarta, untuk menjalani beberapa proses sebelum berangkat
ke Tanah Suci Makkah. “Jamaah kita berangkatkan lebih awal ke Jakarta dulu, untuk
melaksanakan perekaman biometric. Yakni
sidik jari dan retina mata,” ungkapnya. Rosyid menjelaskan, aturan biometric ini baru dan diwajibkan untuk setiap
jamah yang berangkat umroh maupun haji.
Rosyid mengatakan, selain memberangkatkan
umroh bagi umat Muslim, Pemprov Kaltara juga memberangkatkan warga yang beragama
lain. Seperti warga yang beragama Kristiani diberangkatkan ke Batlehem dan Katolik
ke Roma. Sedangkan yang beragama Hindu dan Budha diberangkatkan ke India. “Untuk
umat lain pemberangkatannya melalui FKUB, karena dananya dikelola oleh FKUB melalui
sistem hibah,” jelasnya.
Program memberangkatkan masyarakat
ke Tanah Suci ini, merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, terutama Gubernur
terhadap masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah, namun belum mampu. “Ini merupakan
agenda tahunan sesuai dengan instruksi Gubernur. Dan rencananya akan kita laksanakan
lagi di tahun mendatang,” tutup Rosyid.(humas)


Komentar Anda: