TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kalimantan Utara (Kaltara) dalam menggenjot perekonomian menjadi perhatian
serius. Sebagai daerah baru, tentu saja provinsi termuda di Indonesia ini kerap
menghadapi tantangan, salah satunya adalah perdagangan ilegal.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltara, H Syaiful Herman
mengungkapkan, semangat berakselerasi dengan provinsi lain terwujud dalam
berbagai prestasi yang diraih. Salah satunya adalah dengan terus mengoptimalkan
pertumbuhan ekonomi. “Ada banyak alasan yang menghambat
kita mengejar ketertinggalan, terutama di sektor
infrastruktur dan perekonomian. Namun, kita
bisa membuktikan bahwa hal tersebut tidak menjadi penghalang. Ini dibuktikan
dengan pencapaian yang kita buat beberapa tahun belakangan ini,” jelas Syaiful
dalam Seminar Perekonomian yang bertajuk ‘Strategi Peningkatan Laju Pertumbuhan
Ekonomi Provinsi Kalimantan Utara 2018-2021’ di Ballroom Crown Hotel, Kamis
(13/12).
Secara komulatif, kata Syaiful pertumbuhan ekonomi
Provinsi Kaltara hingga triwulan III
2018 mencapai 5,01 persen (c-to-c). Ini bila dibandingkan periode yang sama
tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan
gas yang tumbuh sebesar 13,21 persen, disusul lapangan usaha penyediaan
akomodasi dan makan-minum (13,16 persen), serta lapangan usaha informasi dan
komunikasi (9,32 persen). “Sesuai
hasil laporan dari BPS (Badan Pusat Statistik), seluruh lapangan usaha
pembentuk PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Kaltara menunjukkan arah
pertumbuhan yang positif jika dilihat c-to-c,” katanya.
Sementara itu, disampaikan juga, kinerja ekonomi Kaltara
triwulan III 2018 dibanding triwulan III 2017 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,63
persen. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kinerja pada semua lapangan
usaha.
Dikatakannya, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan
usaha pengadaan listrik dan gas (9,87 persen), penyediaan akomodasi dan
makan-minum (9,47 persen), dan lapangan usaha informasi dan komunikasi (8,88
persen). “Jika diamati sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara di triwulan III 2018
secara y-on-y (terhadap triwulan III 2017), terlihat bahwa sumber pertumbuhan
tertinggi berasal dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan (1,20
persen); lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan
sepeda motor (0,93 persen), serta lapangan usaha konstruksi (0,70 persen),” bebernya.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2018
dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y) menempatkan
Kalimantan Tengah dengan pertumbuhan tertinggi dibanding wilayah lainnya di
Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 6,48 persen. Sementara Kaltara, berada di
urutan keempat, dan Kalimantan Timur (Kaltim) berada di posisi kelima dengan
pertumbuhan ekonomi 1,78 persen. “BPS mengukur perekonomian Kaltara triwulan
III 2018 berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 21,65 triliun,
dan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 14,34 triliun,” katanya.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik itu, BPS
juga merilis bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltara pada Agustus 2018
mencapai 5,22 persen (17.797 orang). Ini mengalami penurunan dibanding TPT
Agustus 2017 sebesar 5,44 persen (18.315 orang). “Jumlah angkatan kerja pada
Agustus 2018 sebanyak 341.197 orang, atau bertambah sebanyak 10.466 orang
dibanding angkatan kerja Agustus 2017 (330.731 orang),” jelas
Syaiful. Sedangkan jumlah penduduk bekerja di Kaltara pada Agustus 2018
sebanyak 323.400 orang. Atau bertambah sebanyak 10.984 orang dibanding keadaan
pada Agustus 2017 (312.416 orang).
Adapun jumlah pengangguran pada Agustus 2018 mencapai
17.797 orang atau 5,22 persen dari total angkatan kerja. TPT untuk pendidikan
SD ke bawah sebesar 3,23 persen; jenjang SMP 5,55 persen; jenjang SMA/SMK dan
pendidikan tinggi 6,25 persen.(humas)


Komentar Anda: