![]() |
| PENGELOLAAN PERBATASAN : Wagub Kaltara H Udin Hianggio saat menghadiri Rakor Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara TA 2019 di Jakarta, Senin (28/1). |
JAKARTA | penakaltara.com, Pemerintah daerah dan pusat harus berupaya bersama
mewujudkan daerah perbatasan yang baik, kuat dan sejahtera. Ini juga merupakan
Nawacita ke-3. Untuk itu, selama ini pemerintah menempatkan pembangunan daerah
perbatasan sebagai prioritas. Demikian disampaikan Wakil
Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) usai menghadiri Rapat Koordinasi
(Rakor) Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun Anggaran 2019 di The
Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/1).
Diungkapkan Wagub, sesuai arahan Menteri Koordinasi
Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Wiranto, meski membangun daerah
pinggiran berisiko dan tidak populis serta memerlukan biaya besar namun
keberanian pemerintah membangun daerah perbatasan adalah bentuk keadilan bagi
seluruh rakyat Indonesia. “Untuk itu, hal ini harus kita
dukung bersama,” ucap H Udin.
Selain itu, dijelaskan Wagub bahwa Badan Nasional
Pengelolaan Perbatasan (BNPP) juga
tetap memprioritaskan
program percepatan penyelesaian dan penegasan batas wilayah negara, baik darat,
laut dan udara sepanjang tahun ini. Dimana program yang diusung tahun ini,
masih berfokus
pada beberapa penanganan masalah dan isu strategis di perbatasan. Fokus
lainnya, ialah pembangunan sarana dan prasarana sosial dasar yang mencakup
sektor pendidikan, kesehatan dan perumahan.
“Pada 2019, pembangunan sarana dan
prasarana kewilayahan pun terus digenjot. Meliputi pembangunan
infrastruktur jalan, transportasi, elektrifikasi dan komunikasi. Juga,
pembangunan sarana dan prasarana pendukung strategis seperti pengelolaan batas
wilayah negara, pengamanan wilayah, Pos Lintas Batas Negara
(PLBN) dan
Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT),” urai Wagub.
H Udin juga menilai bahwa masyarakat perbatasan,
khususnya Kaltara patut bersyukur karena pemerintah telah menerbitkan
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan 11 PLBN
Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. 11 PLBN tersebut
akan dibangun di 5 provinsi, yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan
Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sebagai salah satu provinsi
yang akan dibangun PLBN, kita akan memberikan dukungan. Antara
lain koordinasi
dan penyiapan lahan, pengalihan atau hibah aset, percepat proses perizinan, dan
fasilitasi pembangunannya sesuai arahan Mendagri,” jelas Wagub.
Terkait pelaksanaan rakor sendiri, dijelaskan H Udin bertujuan
untuk mengkoordinasikan dan mengevaluasi
pelaksanaan pembangunan kawasan perbatasan di 2018 sekaligus
penajaman program prioritas pengelolaan kawasan perbatasan tahun ini.
“Di rakor ini turut diharapkan agar seluruh pihak dapat memastikan
peningkatan efektivitas sekaligus percepatan pengelolaan perbatasan dalam
rangka memperkokoh kedaulatan NKRI
terutama di daerah perbatasan,” ungkap Wagub.
Rakor sendiri dibuka oleh Menkopolhukam Wiranto dengan tema ‘Melalui Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2018, Kita Tingkatkan Sinergitas Percepatan Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Nawacita ke-3’. Pada acara tersebut hadir Mendagri Tjahjo Kumolo selaku Kepala BNPP, Pejabat Eselon I dari berbagai kementerian/ lembaga, Wagub pada 13 provinsi wilayah perbatasan, wakil bupati/wakil walikota pada 41 kabupaten/kota wilayah perbatasan, sekretaris kabupaten/kota wilayah perbatasan serta pejabat lainnya.(humas)




Komentar Anda: