| RAKORDAL : Gubernur Kaltara Dr. H Irianto Lambrie bersama Prof Mudrajat Kuncoro Guru Besar FE UGM, Senin (17/1) |
TANJUNG
SELOR, penakaltara.com | Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie membuka
kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Provinsi Kaltara
2019 yang dilangsungkan di Ruang Pertemuan Gedung Gabungan Dinas Pemprov
Kaltara, Senin (21/1). Dalam kesempatan itu, Gubernur sekaligus memaparkan
kondisi dan capaian Kaltara pada 2018.
Mengawali
sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Rakordal yang rutin digelar tiap tahun sangat
penting. Untuk itu, dirinya minta seluruh kepala daerah dan juga perwakilan
instansi vertikal di Kaltara hadir dalam kegiatan ini. “Selain
melaksanakan perintah Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, melalui kegiatan Rakordal ini, kita akan
mengevaluasi kegiatan pemerintahan selama 2018 dan juga pada tahun-tahun
sebelumnya,” kata Irianto.
Dari
evaluasi tersebut, lanjutnya, akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk
melakukan perbaikan agar ke depan kegiatan yang dilaksanakan lebih baik, lebih
efisien dan memberikan manfaat lebih besar. “Rakordal juga sebagai sarana untuk
melakukan pengendalian pada unit tugas masing-masing. Terutama, bagi kepala
daerah,” ujar Gubernur.
Sementara
itu, dalam paparannya, Gubernur membeberkan kondisi dan capaian hasil
pembangunan yang dilaksanakan di Kaltara selama 2018. Diawali dengan kondisi
dan capaian secara makro. Disebutkan Irianto, secara umum kondisi dan capaian
secara makro di Kaltara sudah baik. Hal ini, menurutnya, menggambarkan bahwa
semua telah melakukan kerja dengan baik. “Tentunya disertai dengan disiplin
yang kuat, juga niat dan tekad yang lurus,” ungkap Irianto.
Data
pertama, terkait angka pertumbuhan ekonomi. Gubernur mengungkapkan, sesuai data
dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI), sejak 5 tahun
terakhir pertumbuhan ekonomi Kaltara menunjukkan angka yang positif. Meski diakuinya,
rata-rata nilai Pendapatan Domestic Regional Bruto (PDRB) Kaltara
masih kecil. “Pada
2018 pertumbuhan ekonomi Kaltara mencapai 6,42 persen. Meski turun dibandingkan
pertumbuhan penduduk pada 2017 (6,59 persen), kita masih berada di
urutan kedua, setelah Kalteng (Kalimantan Tengah). Kita juga berada di atas angka
pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27 persen,” beber Irianto.
Data
lain, disebutkan Gubernur, adalah angka kemiskinan. Pada 2018, angka kemiskinan
di Kaltara 6,86 persen dari jumlah penduduk. Berada di bawah angka kemiskinan
nasional 9,66 persen. Kemudian, ratio gini atau
kesenjangan penduduk, pada 2018 Kaltara 0,304 atau sedikit di bawah ratio gini
nasional 0,391. “Untuk
angka inflasi, pada 2018 Kaltara memang cukup tinggi. Yaitu 5 persen. Ini di
atas angka inflasi nasional 3,13 persen.
Tapi kita masih bersyukur, inflasi tinggi ini bisa diimbangi juga dengan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun ini, tetap menjadi perhatian kita,
bagaimana bisa mengendalikan inflasi di daerah. Utamanya, bagaimana kita
mengendalikan harga komoditi yang menjadi penyumbang besar inflasi. Seperti harga
pangan, serta ongkos transportasi udara,” jelas Gubernur.
Selain
data makro, dalam Rakordal yang dihadir bupati dan walikota se-Kaltara itu juga
dibeberkan Gubernur capaian pembangunan di Kaltara selama 2018. Mulai dari
infrastruktur, pembangunan bidang kesehatan, pendidikan, hingga penanggulangan
kemiskinan semua telah berjalan dengan baik.
Meski
diakuinya ada beberapa kegiatan yang tidak jalan, dikarenakan terkendala
teknis, secara umum kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Kaltara sudah
terealisasi dengan baik. Seperti dicontohkan, pembangunan jalan di perbatasan,
jalan antar kabupaten di Kaltara, kemudian bantuan perumahan bagi warga tak
mampu, pemberian bantuan pembayaran premi bagi warga tak mampu untuk menjadi
peserta BPJS Kesehatan, dan beberapa lainnya. “Salah satu contoh yang tidak
bisa terlaksana di 2018 adalah pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor.
Tapi sudah beres, insya Allah tahun ini dimulai
pembangunannya,” kata Gubernur.
Dari
data-data tersebut, lanjutnya, menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah,
agar kegiatan yang dilaksanakan pada tahun ini dan ke depan untuk bisa lebih
baik. “Ini mengartikan kita harus kerja lebih keras lagi. Apalagi di era
perubahan yang begitu cepat seperti sekarang, kita dituntut untuk bekerja
dengan cepat, dan tentunya dengan tetap berpegang pada aturan perundang-undangan
yang ada,” papar Gubernur.
Selain
paparan capaian 2018, dalam rapat tersebut, Gubernur juga menyampaikan
bagaimana tantangan ke depan. Salah satunya adalah tantangan daya saing. “Meski
tingkat daya saing kita sudah cukup bagus untuk ukuran provinsi, pada posisi 21
dari 34 provinsi di Indonesia, kita harus bekerja lebih keras lagi,” kata
Irianto.
Dalam
Rakordal tersebut, juga dilakukan paparan dari beberapa nara sumber yang sengaja
dihadirkan. Di antaranya ada Prof Mudrajad Kuncoro, Guru Besar Fakultas Ekonomi
Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, kemudian juga ada perwakilan dari
Bappenas/Kementerian PPN, Kabinda Kaltara, KPU Kaltara, serta Bawaslu Kaltara. Di
samping itu, bupati dan walikota juga diberi kesempatan untuk
menyampaikan paparan terkait capaian atau realisasi pembangunan 2018 di
masing-masing kabupaten-kota.
Turut
hadir dalam Rakordal kemarin, selain para bupati dan walikota,
juga ada ketua DPRD Kaltara bersama para wakilnya, unsur Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (FKPD) di Kaltara, para Ketua DPRD se-Kaltara, kepala Bappeda
kabupaten/kota, serta perwakilan dari instansi vertikal yang ada di Kaltara.
Termasuk beberapa pelaku usaha dan tokoh masyarakat yang turut diundang.(humas)



Komentar Anda: