TARAKAN, penakaltara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akan memberikan
sejumlah fasilitas bagi para dokter spesialis yang bertugas di wilayah Kaltara.
Fasilitas itu, seperti hunian dan mobil dinas (Mobdin) untuk para dokter
spesialis tersebut. Ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie
sekaligus menanggapi usulan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Tarakan dr M Hasbi Hasyim pada pertemuan internal dengan jajaran manajemen
RSUD Tarakan di Ruang Pertemuan Lantai 3 RSUD Tarakan, Jumat (4/1).
Pun
demikian, kata Gubernur, fasilitas yang diberikan kepada dokter spesialis itu
masih dalam kewajaran. “Tidak melebihi kemampuan anggaran kita, tidak pula
melampaui fasilitas seorang kepala daerah. Usulan untuk ditempatkan pada sebuah
Rusun (Rumah Susun) khusus dokter spesialis, cukup baik juga. Terpenting, para
dokter spesialis ini siap mengabdikan diri dan keahliannya di Kaltara,” kata
Gubernur.
Tak
itu saja, pada pertemuan tersebut, Gubernur juga menegaskan bahwa penempatan
seorang aparatur pemerintah dalam sebuah jabatan, dilakukan secara spesifik yang
disesuaikan dengan kualifikasi dan kompetensinya. Apalagi, bagi Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tugas pelayanan publik dasar, seperti
kesehatan. Diungkapkan Irianto, pengawasan berjenjang harus dilakukan dan diterapkan dengan baik.
Termasuk dalam penempatan orang dalam sejumlah jabatan. “Seperti RSUD Tarakan,
yang merupakan institusi pelayanan publik dasar. Penempatan orang tak bisa sembarangan,
harus spesifik dan sesuai kompetensi,” ujar Gubernur.
Di
hadapan para pejabat tinggi pratama RSUD Tarakan, Gubernur pun mengimbau agar dapat
bekerja lebih baik dari sebelumnya. “Sesuai Hadits Rasulullah SAW, 'Apabila ada orang yang
hari ini, sama dengan kemarin maka itu adalah orang yang tertipu oleh waktu'.
Jadi, kalau mau jadi orang beruntung, hari ini harus lebih baik dari hari
kemarin. Orang yang beruntung, tak bisa dikalahkan oleh apapun,” pesan Irianto.
Gubernur
pun memastikan, dirinya serta jajaran terkait dibawahnya terus mendukung
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur. “Silakan ASN yang mau
tugas belajar atau izin belajar. Namun, harapan saya, tak sekedar mencari gelar namun harus
sesuai dengan kapasitas profesi yang dijalankan,” jelas Gubernur.
Soal
pengelolaan anggaran, juga menjadi perhatian Irianto saat itu. “Soal keuangan, meski anggaran daerah kita
terbilang kecil namun pengelolaannya yang tepat maka dapat bermanfaat untuk
banyak orang. Dan, dari pengalaman yang ada, terpenting bukan uang yang banyak namun pengelolaannya yang
menjadi penting. Apabila pengelolaannya tidak tepat, maka akan muncul mudarat. Jadi, berhati-hatilah dalam penggunaan
anggaran,”
urai Irianto.
Terakhir,
Gubernur menyarankan agar manajemen RSUD Tarakan juga menggelar tausiah
mingguan bagi para karyawannya yang beragama Islam. “Saya anjurkan, datangkan penceramah minimal
sebulan sekali untuk memberikan tausiah sebagai pencerahan dan santapan rohani,” tutup Gubernur.(humas)



Komentar Anda: