![]() |
| Infografis : Waspada Demam Berdarah |
TANJUNG
SELOR | penakaltara.com, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie
mengimbau kepada seluruh warga Kaltara untuk waspada dan berperan aktif dalam
upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan gerakan menguras, menutup
dan mengubur (3M) Plus. Imbauan ini disampaikan Gubernur, mengingat berdasarkan
data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara, per 26 Januari 2019 didapati 84
kasus positif Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 2 penderita diantaranya
meninggal dunia.
Sasaran utama gerakan 3M Plus ini, adalah sarang nyamuk Aedes Aegypti. Dijelaskan Gubernur,
nyamuk jenis ini suka hidup dan berkembang biak di air bersih dan jernih. Aktif
di siang hari, sehingga pada waktu itu masyarakat sangat rawan gigitan nyamuk
ini.
“Gerakan 3M Plus ini, harus dilakukan secara kontinu. Caranya, dengan
sering menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air dan
mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi penampungan air dan bisa
dijadikan tempat bertelur nyamuk Aedes
Aegypti,” ungkap Gubernur didampingi kepala Dinkes Kaltara Usman.
Selain
itu, untuk melindungi diri dari gigitan nyambuk, masyarakat disarankan untuk
menggunakan semprotan pembasmi nyamuk atau lotion. Untuk penanganan secara wilayah, menurut kepala Dinkes
Kaltara Usman, telah dilakukan fogging atau pengasapan yang dikoordinatori
Dinkes kabupaten/kota se-Kaltara di wilayah yang rawan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Selain itu, Dinkes
Kaltara juga memberikan dukungan lewat pemberian bubuk abate ke setiap
kabupaten/kota.
Sejauh ini, sudah 1.200 botol bubuk abate disebar ke seluruh
kabupaten/kota. “Fogging memang tidak selalu harus dilakukan. Sebab, fogging
hanya berfungsi membunuh nyamuk dewasa. Untuk pembasmian jentik sendiri, harus
dilakukan oleh masyarakat secara langsung,” beber Usman.
Sebagai
informasi, untuk melakukan
pencegahan dini, Dinkes Kaltara dalam waktu dekat akan melakukan rapat
pembentukan tim gerak cepat penanganan DBD. Selain itu, dalam waktu dekat
Dinkes Kaltara akan mendatangkan alat Rapid Diagnostik Test (RDT), dimana alat tersebut digunakan untuk
mendiagnosa secara cepat DBD.(humas)




Komentar Anda: