JAKARTA, penakaltara.com – Gerak cepat
menindaklanjuti keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor
9 Tahun 2018, tentang Percepatan
Pembangunan Kota Baru
Mandiri (KBM) Tanjung Selor, dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)
Dr H Irianto Lambrie. Setelah sebelumnya bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (9/1) kemarin giliran Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Bambang Brodjonegoro yang dijumpai, guna mengkoordinasikan terkait
implementasi Inpres tersebut.
“Ada beberapa hal yang saya
sampaikan dalam pertemuan ini. Pertama yang utama saya laporkan, terkait
keluarnya Inpres No. 9/2018,” kata Gubernur dalam pertemuan di
ruang rapat
Menteri PPN/Bappenas itu.
Seperti diketahui, ada 12
Kementerian yang mendapat instruksi dari Presiden, untuk mendukung percepatan
pembangunan KBM Tanjung Selor. Salah satunya Kementerian PPN/Bappenas.
Dua instruksi diberikan Presiden
kepada Menteri PPN. Pertama, mengkoordinasikan dan menyinkronkan
seluruh dokumen perencanaan pembangunan pusat terkait pembangunan KBM Tanjung
Selor yang sumber pendanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan kedua, melaksanakan
pemantauan rencana pembangunan tahun berjalan dan evaluasi rencana pembangunan pusat terkait pembangunan KBM Tanjung Selor.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan kepada Menteri PPN
soal progres yang sudah dilakukan
untuk percepatan pembangunan KBM Tanjung Selor. Salah satunya, mengenai
pembebasan lahan. Hingga saat ini, sebutnya, sudah ada sekitar 500 hektare lebih lahan yang telah dibebaskan. “Meski di lapangan ada
beberapa kendala, Alhamdulillah hal itu bisa diselesaikan. Jadi, soal lahan sudah tidak ada masalah,”
kata IIrianto.
Gubernur mengatakan, sesuai
dengan Inpres yang sudah diterbitkan, dirinya meminta dukungan sekaligus
harapan adanya komitmen dari Bappenas dalam melaksanakan instruksi dari
Presiden tersebut. “Begitu pun soal pendanaan, saya berharap dari Kementerian
PPN/Bappenas bisa mengalokasikan,” ujar Gubernur. Di samping itu, Gubernur juga berharap dari Kementerian PPN menyiapkan tim
yang menangani khusus untuk percepatan pembangunan KBM ini.
Selain soal KBM Tanjung
Selor, dalam pertemuan itu, Irianto juga melaporkan progres pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), utamanya PLTA Kayan di Peso, Bulungan. “Di
mana pada akhir 2018 sudah ada penandatanganan perjanjian kontrak antara PT KHE
(Kayan Hidro Energi) dengan China Power di Kantor Staf Kepresidenan. Rencananya,
jika tidak ada aral, Februari 2019 ini sudah dimulai pembangunan fisik
konstruksi bendungan. Mudahan jika ada waktu, Bapak Presiden yang melakukannya,”
kata Gubernur.
Dijelaskan Irianto, pembangunan PLTA ini juga
akan terintegrasi dengan KBM Tanjung Selor, serta Kawasan Industri dan
Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. “Untuk tahap pertama, PLTA menghasilkan 900 Megawati listrik.
Waktu pengerjaan antara 4-5 tahun,” jelas Gubernur di depan menteri PPN.
Ketiga, disampaikan juga
oleh Gubernur, terkait program KIPI Tanah Kuning. Progresnya, saat ini proses
pembebasan lahan oleh investor yang akan menjadi pengelola kawasan industri
juga sudah mulai dilakukan. Sementara untuk memperkuat program ini, telah
dikeluarkan Perpres baru, yaitu Perpres No. 56/2018, sebagai pembaharuan Perpres
sebelumnya, tentang proyek strategis nasional. Di dalamnya termasuk KIPI Tanah
Kuning.
“Trakhir, saya turut
sampaikan mengenai rencana pembangunan jembatan Bulungan-Tarakan. Untuk
pembangunannya ada investor dari China yang siap. Dengan skema melalui dana soft
loan. Tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah,” ulas Gubernur..
Merespons beberapa hal yang
disampaikan Gubernur, Menteri PPN menyatakan
siap mendukung program-program tersebut. Berkaitan dengan KBM Tanjung Selor,
disampaikan Bambang, bahwa KBM Tanjung Selor memang sudah masuk program dari
Kementerian ini sejak 2016 lalu.
Dari beberapa KBM yang akan dibangun, KBM Tanjung Selor termasuk yang
diprioritaskan. “Ada dua yang kita prioritaskan untuk bisa cepat terealisasi.
Yaitu Tanjung Selor di Kaltara dan Maluku Utara,” kata Bambang.
Soal dengan pendanaan, Menteri PPN menyatakan ada beberapa
alternatif penganggaran. Di antaranya bisa melalui APBN-Perubahan, atau bisa
juga melalui APBN murni. Yaitu dari pos anggaran lainnya. Karena ini termasuk
hal penting. “Ini (dari APBN murni) memungkinkan karena ada dasarnya. Yaitu
Inpres. Alternatif lain, bisa melalui dana loan. Bisa dikondisikan. Saya minta
nanti dicek,” kata Menteri PPN, langsung meminta kepada salah satu direkturnya
yang turut hadir dalam pertemuan itu untuk mengecek.
Pada intinya, Menteri PPN
sangat mendukung. Bahkan menginginkan bisa terealisasi cepat. Bappenas juga
siap melaksanakan Inpres terkait percepatan pembangunan KBM Tanjung Selor. “Mengenai pembangunan
jembatan Bulungan-Tarakan, ini sangat bagus. Bappenas juga siap men-support
penuh. Ini menjadi pertimbangan kita, apakah kita kembangkan bandara di Tanjung
Selor lebih besar, atau mewujudkan jembatan ini. Kalau ada jembatan, saya pikir
lebih bagus. Karena juga bisa berfungsi untuk pipa air minum. Juga jaringan
listrik ke Tarakan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri PPN juga menginstruksikan kepada
deputi terkaitnya untuk mem-follow-up.
Bahkan memerintahkan untuk ke Kaltara melakukan tinjauan langsung, sekaligus menginventarisir
apa-apa yang bisa dilakukan untuk mendukung program-program di Kaltara. Dari Kaltara
turut mendampingi gubernur dalam pertemuan kemarin, ada Kepala Dinas PUPR-Perkim,
Kepala Bappeda, Kepala Disdikbud, Kepala Biro Pembangunan dan beberapa
perwakilan instansi terkait lainnya. (humas)




Komentar Anda: