![]() |
SERUMPUN :
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama TYT Negeri Sabah, Tun
Datuk Seri Panglima (DR) Haji Juhar Bin Datuk Haji Mahiruddin di kediamannya,
Selasa (19/2).
|
SABAH | pena kaltara.com, Indonesia
melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), bersama
Malaysia melalui Pemerintah Negeri Sabah sepakat untuk menyediakan anggaran
pengembangan dan pembangunan di kawasan perbatasan kedua negara. Utamanya di
Serudong, Malaysia dan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara di
Indonesia. Anggaran itu
dikabarkan akan dialokasikan mulai 2020 mendatang.
“Pemerintah
Malaysia melalui Pemerintah Negeri Sabah akan mengusulkan anggaran pembangunan
kawasan perbatasan itu di dalam RMK 12 (Rancangan Malaysia Ke-12). Namun,
sebelumnya akan dipastikan dulu titik pembangunan di kedua negara,” kata Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang mewakili Pemerintah Indonesia juga Pemprov
Kaltara pada Persidangan Sosek-Malindo Peringkat Negeri Sabah/Tingkat Provinsi
Kaltara di The Pacific Sutera Harbour, Kinabalu, Sabah, Malaysia pada 18
Februari 2019.
Pemerintah
Malaysia, kata Irianto, setuju menjadikan Unit Perancang Ekonomi Negeri (UPEN)
Sabah sebagai agensi penyelaras untuk menelisik pembangunan kawasan perbatasan
Indonesia-Malaysia, khususnya di Serudong secara holistik. “Tentu saja, Pemprov
Kaltara sebagai wakil Pemerintah Indonesia menyambut baik niatan ini. Sepanjang
itu demi pembangunan dan kemajuan kawasan perbatasan di kedua negara,” jelas
Gubernur.
Dalam
pertemuan tersebut, disepakati pula untuk ditindaklanjuti lebih jauh dengan
membawa rekomendasi tersebut ke pihak berwenang pada tingkat pusat di
pemerintahan masing-masing.
“Pemerintah Sabah akan menyampaikan rekomendasi ini
kepada Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia, begitupula Pemprov Kaltara akan
menyampaikan kesepakatan yang dicapai kepada Mendagri (Menteri Dalam Negeri)
selaku kepala BNPP (Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan). Termasuk,
mengusulkan Serudong sebagai salah satu pintu masuk dalam BCA (Bordet Crossing
Agreement) dalam perjanjian kedua belah negara,” urai Irianto.
Lebih jauh,
dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai persoalan ekspor-impor kedua
negara yang melibatkan Pemprov Kaltara dan Pemerintah Negeri Sabah. Di
antaranya, komoditi ayam dan beras. Dijelaskan Gubernur, terkait persoalan
komoditi ayam yang didatangkan dari Malaysia, diketahui bahwa sejumlah
perusahaan pengekspor ayam dari Malaysia tidak memperoleh izin dari Pemerintah
Indonesia.
“Ada 5
perusahaan pengekspor ayam dari Malaysia, yakni Rastamas, QL Farm, In-Pros,
Ladang Evergrowth dan ST Food. Untuk hal ini, Pemprov Kaltara akan menyampaikannya
kepada BNPP juga kementerian terkait, termasuk dokumen permohonan dari
Pemerintah Sabah sehubungan hal yang sama. Tentu saja, hal ini akan dibalut
melalui forum kerja sama Sosek-Malindo,” ungkap Irianto.
Sementara untuk
komoditi beras, persoalannya adalah aktivitas pengangkutan melalui jalur laut.
“Kedua pemerintahan telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan aktivitas transhipment
beras antar kedua negara. Bahkan, Pemerintah Malaysia melalui Kementerian
Pertanian dan Azas Tani akan menerbitkan arahan untuk menghentikan semua
aktivitas transshipment beras mulai 1 April 2019,” tutur Gubernur.
Pun demikian, Pemprov Kaltara dan Pemerintah
Negeri Sabah sepakat untuk membahas kemungkinan dibukanya ‘keran’ ekspor-impor
beras di kedua wilayah melalui kementerian terkait masing-masing.
Untuk
pembahasan lebih lanjut, Pemerintah Negeri Sabah melalui Majelis Keselamatan
Negara (MKN) dan Pemprov Kaltara akan melakukan lawatan teknikal bersama pada 2
Maret mendatang. “Selain itu, terkait MoU Non Convention Ship (NCS) komoditi
beras, akan dilakukan pertemuan lagi pada 25 hingga 29 Maret mendatang di
Yogyakarta,” ulas Gubernur.
Sebagai informasi, dari Pemerintah Negeri Sabah, hadir YAB Datuk Seri Panglima Mohd Shafie Apdal selaku Ketua Menteri Sabah dan jajarannya. Sementara itu, dari Kaltara, Gubernur hadir dengan didampingi beberapa pejabat di lingkup Pemprov Kaltara. Termasuk Kapolda Kaltara Brigjend Inf Indrajit dan juga Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid.
Sebelumnya,
bersama dengan Konsulat Jenderal RI Sabah, Krishna Djelani, Gubernur dan
rombongan dari Kaltara menerima jamuan makan siang oleh Yang Berhormat Datuk
Ahmad Abdul Rahman, Timbalan Speaker Dewan Undangan Negeri Sabah (Wakil Ketua
DPRD Sabah) dan Yang Berbahagia Hanafiah Ketua Tim Sosek Malindo Negeri Sabah.(humas)





Komentar Anda: