![]() |
| Kegiatan edukasi penanggulangan bencana yang digelar BPBD Kaltara di salah satu sekolah, baru-baru ini. |
Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Mohammad Fandi mengatakan, kiranya ada 6 poin arahan
Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Surabaya belum lama ini. Salah
satunya, melakukan edukasi kebencanaan, serta melakukan simulasi latihan penanganan
bencana secara berkala.
Menindaklanjuti
arahan tersebut, Pemprov melalui BPBD Kaltara bergerak cepat, dengan melakukan edukasi
lewas kegiatan Road Show ke SDIT CENDEKIA TAKA Field Trip dengan tema ‘Cara
Menanggulangi Bencana’. Dalam
kesempatan tersebut, tim dari BPBD melakukan sosialisasi terkait mitigasi
bencana, mengedukasi dini agar mengurangi dampak bencana.
“Diharapkan ke depan
dapat meningkat, kesiapsiagaan dan kewaspadaan akan ancaman bencana alam,
seperti gempa dan banjir. Sehingga menimbulkan kemandirian dalam menghadapi
bencana alam demi terciptanya sekolah yang aman terhadap bencana,” ungkap
Fandi.
Pada 2018, disebutkannya,
guna mendeteksi dini dan respons cepat penanggulangan bencana, BPBD Provinsi
telah menghadirkan Desa Tangguh Bencana (Destana). Sebanyak 5 Destana sudah
terbentuk di Kaltara. Dua desa berada di Kabupaten Malinau, dan 3 desa lainnya
ada di Bulungan.
Pembentukan
desa tangguh bencana sendiri melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan
yang ada didesa. Baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan
pemuda setempat.
“Pembentukan
Destan ini, bertujuan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan
bencana, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat,” jelasnya.
Hadirnya
Destana di Kaltara, lanjut Fandi, merupakan upaya yang dilakukan pemerintah
untuk membentuk masyarakat yang tangguh dalam menanggulangi terjadinya bencana.
Sehingga syarat sumberdaya manusia yang dibutuhkan harus memiliki kemampuan
fisik.
“Telah kita berikan edukasi melalui sosialisasi dan simulasi. Sehingga
masyarakat bisa meminimalkan ancaman dan risiko bencana,” ulas Fandi.
Tahun ini, imbuhnya,
program Destana yang merupakan Program pusat kembali dilanjutkan. BPBD menargetkan,
tahun ini akan dibentuk lebih dari 5 Destana. “Tentu dengan melihat skala
prioritasnya, desa-desa yang menjadi potensi rawan bencana, akan kita utamakan.
Misalkan, daerah Sembakung, dan Lumbis yang sering terjadi banjir,” jelasnya.
Sebagai informasi,
sesuai dengan arahan Presiden, dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan
bencana di daerah, Gubernur akan menjadi Komandan Satuan Tugas darurat pada
saat kejadian bencana. Pangdam dan Kapolda menjadi Wakil Komandan Satuan Tugas
untuk membantu Gubernur. Selanjutnya, Bupati/Walikota otomatis menjadi Sub
Satuan Tugas Wilayah kabupaten/kota. (humas)




Komentar Anda: