![]() |
TELEKOMUNIKASI :
Salah satu tower telekomunikasi yang berada di wilayah Provinsi Kaltara.
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Beberapa
tower telekomunikasi yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara
dan hingga kini belum difungsikan, akan segera dimanfaatkan. Tower yang
dibangun dengan APBD tersebut, ditargetkan tahun ini sudah dilengkapi dengan BTS
(Base Transceiver Station)-sebuah infrastruktur telekomunikasi yang
memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan
operator.
Kepala Dinas
Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Utara (Kaltara) Syahrullah
Mursalin mengungkapkan, ada 6 tower yang dibangun oleh Pemprov Kaltara pada
2017. Lokasinya berada di Kabupaten Bulungan sebanyak empat titik dan di
Nunukan ada dua titik. Keenam tower yang sudah sejak tahun lalu berdiri itu,
akan kembali ditinjau untuk mendapat perhatian pemerintah pusat.
Syahrullah pun mengakui
optimis, realisasi akan cepat terlaksana. Apalagi ini kaitannya dengan program
nasional Indonesia Merdeka Sinyal 2020. Di samping itu, lanjutnya pada keenam tower
yang ada ini, semua sudah dilengkapi dengan catu daya listrik. Sehingga sudah
ada jaminan energi sebagai sumber operasionalnya nanti.
"Kita tinggal
menunggu realisasi penempatan BTS-nya dari BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola
Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika). Kalau untuk fisik menara dan power
catu daya sudah tersedia. Setelah ditinjau, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa
terpasang BTS-nya," kata Syahrullah.
Untuk diketahui,
sejak 2016 lalu telah dibangun tower sebanyak 47 titik. Dengan rincian 41 titik
dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Kementerian
Kominfo. Kemudian ada 6 titik yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara. “Sebanyak 41 titik dibangun di wilayah
perbatasan.
Sementara yang enam BTS, 4 titiknya di Bulungan, dua titik
perbatasan juga,” sebutnya.
Sebanyak 41 titik
tower BTS yang dibangun di wilayah perbatasan, sudah on air semua sejak Januari
2017. Sedangkan yang 6 titik hingga kini diakuinya belum bisa dioperasikan.
“Kalau yang 41 titik tower BTS sudah on air, sudah dapat dimanfaatkan
masyarakat. Tinggal yang 6 titik ini. Yang sementara sedang kita ajukan ke
pusat, dan tinggal menunggu dari BP3TI,” ungkapnya.
Semetara itu,
berkaitan dengan titik blank spot di Kaltara, Syahrullah mengungkapkan, masih
ada sejumlah wilayah di provinsi termuda di Tanah Air ini yang belum terjangkau
jaringan seluler. Untuk itulah, mulai tahu ini akan kembali digenjot pemenuhan
infrastrukur telekomunikasi ini, dengan difasilitasi lewat program nasional
Indonesia Merdeka Sinyal 2020. Selain di perbatasan, kabupaten lainnya juga
masuk prioritas, yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Kota
Tarakan.
"Tidak hanya
wilayah perbatasan saja. Melainkan juga menyasar area perkebunan, perikanan dan
juga pulau terluar di daerah yang belum dilirik pihak swasta. Ini sesuai dengan
program nasional," ungkapnya.
"Kalau di
wilayah perbatasan sudah onair. Masuk dalam program nasional USO 2.000 Menara
BTS Perbatasan yang selesai pada 2017 lalu. Saat ini dengan program yang baru,
memfasilitasi daerah yang belum terakomodir," imbuh Syahrullah.
Pemerintah Provinsi Kaltara,
oleh pusat, pihaknya diminta bersikap proaktif. Hal ini mengingat fokus
pemerintah pusat yang sudah bergeser dari Utara Indonesia ke wilayah timur
Indonesia.
"Soal ini, kami
sudah sampaikan kepada Pemerintah pusat. Namun jawaban mereka, saat ini fokus
perhatian sudah beralih ke wilayah timur. Ini tantangannya bagi kami, untuk
terus melakukan komunikasi dan pendekatan ke pusat," imbuhnya. (humas)




Komentar Anda: