![]() |
| Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Gubernur
Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menegaskan pentingnya melakukan
evaluasi setiap kegiatan. Pengendalian dan evaluasi, kata Irianto, dilakukan
untuk koreksi dan pembenahan dari apa-apa yang kurang dalam kegiatan yang
dilaksanakan.
Gubernur menegaskan hal itu
saat membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Program /
Kegiatan Tahun 2019 di Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara, Kamis (11/04). “Rapat
koordinasi ini penting. Pengendalian sebagai evaluasi dan koreksi kegiatan-kegiatan
yang sudah dilakukan, serta membenahi kekeliruan maupun kekurangan dalam
program yang kita jalankan,” kata Irianto di depan peserta rapat koordinasi
yang terdiri dari para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah)/Biro atau
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran serta PPTK di lingkup Pemprov
Kaltara.
Diungkapkan, dari evaluasi
yang dilakukan, sejauh ini masih kerap terjadi kekeliruan, yang menyebabkan
sebuah temuan. Baik itu administrasi maupun material. Di antaranya kelebihan penggunaan biaya perjalanan dinas,
honorarium hingga kelebihan pembayaran. Hal tersebut, kadang berulang terus
terjadi setiap tahun. Penyebabnya, karena yang bekerja kurang teliti, kurang
cermat dan tidak mau mempelajari aturan perundang-undangan yang ada.
“Kalau kita mau belajar, membaca
dan memahami aturan, kekeliruan atau temuan-temuan itu tidak akan terulang
lagi. Untuk itu lah saya minta kepada semua ASN, utamanya para Pengguna
Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran hingga PPTK maupun bendahara untuk
mempelajari aturan-aturannya dengan seksama. Bekerjalah sesuai aturan. Saya
yakin, semua akan berjalan baik, sesuai dengan target dan harapan kita,” beber
Gubernur.
![]() |
| Infografis : Evaluasi Kinerja APBD 2018 & Triwulan I 2019. |
Selain pentingnya memahami
aturan, lanjutnya, sebagai upaya memperbaiki kinerja dan menghindari adanya
kekeliruan, menurut Gubernur juga perlu mengoptimalkan koordinasi dan
komunikasi, baik eksternal maupun di internal OPD. Ini penting, sebagai upaya
mensinergikan dalam bekerja.
Melalui Rakor pengendalian
ini, kata Irianto, dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Tak hanya program atau
kegiatan-kegiatan maupun realisasi anggaran, namun juga perlu dievaluasi
hal-hal administrasi lainnya. Termasuk kepegawaian. Selain pengendalian
kegiatan/program 2019, dalam rapat koordinasi tersebut, kata Irianto lagi, juga
dilakukan evaluasi kegiatan-kegiatan atau program dan capaian pada 2018 lalu.
Baik itu realisasi kegiatan maupun keuangannya.
Berdasar laporan kinerja
APBD 2018, Gubernur menilai sudah cukup baik. Dari target pendapatan Rp 2,4
triliun, terealisasi 99,07 persen. Kemudian belanja, dari target Rp 2,8
triliun, realisasinya 80,94 persen.
Perlu diketahui, pada 2018 APBD
Kaltara mengalami defisit hingga Rp 460 miliar. “Namun alhamdulillah, dengan
kebijakan rasionalisasi yang kita lakukan, defisit itu bisa teratasi. Bahkan
pada akhir tahun bisa menyisakan SILPA Rp 186 miliar untuk APBD 2019,” ungkap
Gubernur.
Irianto juga mengatakan, meski
tidak memberikan bantuan keuangan umum, selama 2018, Pemprov Kaltara tetap
melaksanakan program/kegiatan di kabupaten/kota. Alokasi anggaran yang yang disiapkan
melalui APBD 2018 sebesar Rp 749,3 miliar lebih untuk 4 kabupaten dan 1 kota di
Kaltara.
Sebagai evaluasi juga, imbuh
Gubernur, memasuki triwulan I 2019 realisasi sudah mulai terlihat, meski masih
kecil. Dari target belanja APBD 2019 sebesar Rp 2,97 triliun, realisasinya baru
mencapai Rp 81,019 miliar. Sama seperti tahun sebelumnya, pada 2019, Pemprov
Kaltara kembali melakukan program dan kegiatan di kabupaten/kota, dengan
alokasi anggaran Rp 644 miliar lebih.
“APBD diibaratkan sebagai
alat dalam tubuh kita. Kalau alat sakit, tentu susah bergerak. Dan
Alhamdulillah, APBD kita tetap sehat,” kata Irianto. Diakuinya, APBD Kaltara memang
tidak besar. Namun Pemprov di bawah kepemimpinannya, tetap berusaha terus membangun. Bahkan bisa membantu program di kabupaten/kota. “Ini membuktikan,
bahwa untuk bisa membangun bukan dilihat dari besar kacilnya anggaran, tapi bagaimana
kita mengelolanya secara bijak dan benar,” imbuhnya. (humas)





Komentar Anda: