PAMERAN KESEHATAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie
saat meninjau salah satu stan pameran kesehatan, Senin (1/4).
|
TANJUNG
SELOR | penakaltara.com, Kesehatan bukan hanya berkaitan dengan kualitas hidup, tapi juga
menyangkut martabat bangsa. Negara akan kuat, jika masyarakatnya sehat. Untuk
itu, pembangunan di bidang kesehatan sangat lah penting. Termasuk oleh
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), yang menempatkan
bidang kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Demikian
disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka Rapat Kerja
(Raker) Kesehatan Daerah Provinsi Kaltara 2019 yang diselenggarakan di
Auditorium Kampus Universitas Kaltara Tanjung Selor, Senin (1/4).
Raker
Kesehatan dengan tema "Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam penguatan
pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan Semesta di Provinsi Kalimantan
Utara", diikuti kepala dinas kesehatan dan para pimpinan rumah sakit se-Kaltara.
Selain itu, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian Kesehatan
(Kemenkes) RI.
“Atas
nama pemerintah provinsi, dan masyarakat Kaltara menyampaikan terima kasih atas
kehadiran beberapa pejabat dari Kementerian Kesehatan ke Kaltara. Ini
menunjukkan perhatian yang besar dari pemerintah pusat terhadap Kaltara,” ujar
Irianto mengawali sambutannya saat memberikan arahan dalam kegiatan.
Pembangunan
kesehatan, kata Gubernur, merupakan suatu upaya dalam meningkatkan status
kesehatan masyarakat, serta meningkatnya responsiveness dan perlindungan
masyarakat, terhadap risiko sosial dan finansial di bidang kesehatan. Untuk
itu, perlu memperkuat tiga pilar pembangunan kesehatan yaitu paradigma sehat,
penguatan pelayanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sesuai
hasil Raker Kesehatan Nasional, kata Gubernur, telah melahirkan 5 isu bidang
kesehatan yang perlu perlu ditindaklanjuti melalui rencana aksi di seluruh
pemerintah daerah. Kelima isu prioritas tersebut, antara lain Angka Kematian Ibu
(AKI) atau Angka Kematian Neonatal (AKN) yang masih tinggi, stunting,
tuberculosis (TBC), Penyakit Tidak Menular (PTM), dan cakupan imunisasi dasar
lengkap.
Kebijakan
kesehatan yang terbaru dari pusat, lanjutnya, perlu disosialisasikan ke daerah.
Seperti di antaranya, implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang
kesehatan, strategi program-program kementerian kesehatan RI, peran pemerintah
daerah dalam pembangunan kesehatan, serta persiapan penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Gubernur
berharap, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, melalui
dukungan Pemerintah Pusat, serta keterlibatan aktif seluruh stakeholder di Kaltara
dan masyarakat perlu ditingkatkan. Yaitu, melalui penguatan, penajaman dan
pendampingan pelaksanaan program untuk mencapai SPM bidang kesehatan yang telah
ditetapkan sebagai indikator keberhasilan daerah.
Di
Kaltara, kata Gubernur, pembangunan bidang kesehatan menjadi salah satu
prioritas utama. Melalui beberapa program yang sudah dilaksanakan, bertujuan
untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Utamanya
untuk masyarakat miskin, kita ada program menjemput pasien warga miskin. Kita
siapkan ambulans untuk menjemput secara gratis. Dan saya sudah instruksikan
kepada semua jajaran kesehatan, agar memberikan pelayanan yang maksimal kepada
warga miskin. Kita juga memiliki ambulans air yang siap melayani warga secara
gratis,” ungkap Irianto.
Program
lainnya, ada dokter terbang. Melalui program ini, Pemerintah Provinsi menyediakan
dokter spesialis dan beberapa tenaga media lainnya, untuk memberikan pelayanan
kesehatan dengan sistem 'jemput bola' ke wilayah-wilayah yang sulit terjangkau
layanan kesehatan.
“Berkaitan
dengan kesehatan, ada beberapa hal yang memerlukan perhatian kita semua. Selain
menekan penyebaran penyakit, kita juga harus menekan angka stunting dan bayi
dengan gizi buruk. Soal ini, saya instruksikan kepada para petugas kesehatan,
dan juga aparat desa hingga ketua RT untuk turut perduli. Cari dan identifikasi,
kalau ada warga yang memiliki anak dengan gizi buruk segera laporkan dan
tangani,” tegasnya.
Dalam
kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada
para petugas kesehatan di Kaltara yang telah bekerja dengn sepenuh hati. “Tugas
Anda semua, adalag tugas yang mulia, dan insyaAllah akan mendapatkan balasan
dari Allah SWT,” imbuh Irianto.
Sementara
itu, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dalam arahannya yang disampaikan oleh
Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Engko Sosialine Magdalene, pemerintah
melalui Kemenkes telah menetapkan lima isu strategis yang menjadi prioritas
dalam pembangunan kesehatan lima tahun ke depan (2020-2024). Kelima isu utama
tersebut telah diidentifikasi dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas)
tahun 2019. (humas)



Komentar Anda: