| SERAH TERIMA : Kepala Disdikbud Kaltara, H Sigit Muryono menyerahkan hasil UNBK tingkat SMA/SMK dan MA di SMKN 1 Tanjung Selor, Rabu (8/5). |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Sesuai
dengan nilai yang diserahkan ke masing-masing kepala sekolah, hasil Ujian
Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK dan MA tahun ajaran 2018/2019
di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami peningkatan dibandingkan UN tahun
sebelumnya. Yang lebih hebatnya lagi, disamping meningkat secara rata-ratya, ada
beberapa siswa yang nilai mata pelajaran yang di-UN-kan mendapatkan nilai
sempurna, yakni 100.
“Walaupun peningkatannya hanya
sedikit, ini disebabkan masih ada beberapa kendala. Harapan kita ke depannya
dapat lebih baik lagi, terutama untuk para pendidik maupun siswa,” ujar Sigit
Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara saat
menyerahkan Hasil UNBK 2019 kepada seluruh SMA/SMK dan MA di Ruang Lab Komputer
SMKN 1 Tanjung Selor, Rabu (8/5).
SIgit mengatakan, setelah
diserahkan ke masing-masing sekolah, penyerahan kepada peserta didik sekaligus
pengumuman kelulusan secara serentak akan dilakukan oleh pihak sekolah pada 13
Mei mendatang. Di depan para kepala sekolah
atau perwakilan sekolah yang hadir dalam penyerahan tersebut, Sigit meminta, agar
capaian hasil UN 2019 ini menjadi tolak ukur pada bidang-bidang yang terkait
dengan pembinaan. Seperti pembinaan SMA dan SMK, dengan tujuan untuk lebih
meningkatkan target dan capaiannya di tahun yang akan datang.
Sigit juga meminta agar
kegiatan yang tidak memberikan kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan
ditinjau ulang. Bahkan jika perlu di hentikan. “Kita adalah provinsi baru tidak
memiliki uang banyak, namun kita adalah salah satu provinsi yang paling baik
dalam mengelola keuangan. Ini dibuktikan dengan prestasi prestasi yang kita
capai,” kata Sigit.
Terkhusus kepada para guru
yang mengajar untuk 6 mata pelajaran yang di-UN-kan, Sigit berpesan, agar kedepannya
tidak ada lagi guru yang spesialisasinya hanya dalam satu tingkatan. Misalnya guru
yang mengajar di kelas X. Diharapkan juga harus bisa mengajar di kelas XIdan
kelas XII. Sehingga tidak ada saling menyalahkan, jika nilai siswa pada saat
mata pelajaran diujikan rendah.
“Kalau perlu, guru yang mengajar
bidang studi, misalnya Kimia di kelas X, harus mengajar mendampingi siswanya
sampai kelas XII untuk melihat kemampuan dari guru tersebut. Dengan melihat
hasil dari UN siswanya,” pinta Sigit. Selain itu, pengendalian mutu yang ada di
tangan kepala sekolah bersama dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum
harus bisa memanajemen memotivasi dan mendorong sekolah yang dipimpinnya
Sigit mengharapkan, agar para
siswa dari kelas X siswa telah dikenalkan dengan soal-soal yang sering naik di
soal UN sehingga akan terbiasa untuk mengerjakan soal-soal dengan standar ujian
Nasional para guru juga diminta untuk selalu memperhatikan terkait kisi-kisi
UN. “Baik itu berubah PR, ujian tengan semester atau ujian semester sebisa
mungkin menggunakan soal-soal yang sering naik di UN.” Pintanya.
Untuk diketahui, Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kaltara baik negeri dan swasta itu ada 60 sekolah. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 5.184 siswa. Kemudian Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta ada 10 unit, dengan jumlah siswa sebanyak 524 siswa, SMTK ada 3 dengan jumlah siswa sekitar 34 orang, dan SMK negeri maupun swasta ada 28 sekolah, dengan jumlah siswa mencapai 2.726 orang. (humas)



Komentar Anda: