| SELESAI TAHUN INI : Bangunan Bapelkes Provinsi Kaltara di Jl Rajawali Tanjung Selor, tahun ini akan dilanjutkan untuk tahap kedua. |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Dimulai
tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membangun gedung
Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes). Tahun ini, pembangunan gedung yang
berlokasi di Jl Rajawali, Tanjung Selor tersebut memasuki tahap kedua. Melalui
APBD 2019 dialokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar, guna menuntaskan bangunan
dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare itu.
Gubernur Kaltara Dr H
Irianto Lambrie mengungkapkan, pembangunan sarana Bapelkes Kaltara bertujuan
untuk menunjang pengembangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang
kesehatan. Di Gedung Bapelkes ini, nantinya, digunakan untuk berbagai kegiatan
pelatihan bagi para tenaga di bidang
kesehatan. Baik itu tenaga fungsional maupun profesi.
![]() |
| Infografis : Pembangunan Balai Pelatihan Kesehatan. |
Dengan adanya gedung
Bapelkes ini, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemprov Kaltara nantinya akan
dapat melakukan sendiri pelatihan yang terakreditasi. Sehingga selain efisiensi
waktu, juga efisinsi biaya. Pelatihan nantinya juga diperuntukkan bagi tenaga
kesehatan di kabupaten dan kota yang adi di Provinsi Kaltara. Bahkan sampai ke
tenaga yang bekerja di puskesmas.
“Gedung Bapelkes ini untuk
pelatihan kesehatan terutama pelatihan-pelatihan yang terakreditasi. Jadi
tenaga kesehatan yang ikut pelatihan nantinya akan memperoleh akreditasi yang
dikeluarkan oleh provinsi,” kata Gubernur, yang didampingi Kepala Dinkes
Kaltara, Usman.
Terkait dengan penempatan
tenaga pelatih di Bapelkes nantinya, lanjut Gubernur, telah dipersiapkan secara
bertahap. Dinkes Provinsi Kaltara telah melatih tenaga Training Of Trainer (TOT)
dan Management Of Trainer (MOT) terhadap sejumlah SDM yang dimiliki. “Jadi
nanti akan ada tenaga dari kita sendiri seperti TOT, MOT dan fasilitator,”
ujarnya.
Tahun ini, pembangunan
Bapelkes oleh Dinkes Provinsi Kaltara memasuki tahap kedua. Dengan anggaran
sebesar Rp 9 Miliar dari APBD Kaltara 2019, pembangunan lanjutan akan dimulai
pada bulan ini, setelah sebelumnya selesai dilelang.
Gedung Bapelkes yang targetnya
selesai dibangun tahun ini, direncanakan beroperasi pada 2020 mendatang ini, dibangun
pada lahan milik Pemerintah Provinsi Kaltara dengan luas hamparan sekitar 5 hektare.
Pada tahap pertama pembangunannya, Dinkes Provinsi Kaltara menganggarkan
sebesar Rp 8,9 Miliar pada APBD 2018. Pembangunan fisiknya telah dimulai pada
tahun 2018 dengan dengan ukuran 19 x 40 meter persegi, berlantai 2. Untuk
fasilitasnya, gedung Bapelkes akan seperti gedung diklat yang memiliki ruang
belajar, ruang olah raga dan asrama.
Gubernur yang beberapa waktu
telah meninjau lokasi itu menjelaskan, keberadaan asrama akan sangat diperlukan
karena sifat gedung Bapelkes yang diperuntukkan bagi pelatihan. Tidak menutup
kemungkinan pelatihan yang diadakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain
dapat menggunakan gedung ini. Seperti Pelatihan Dasar (Latsar) yang
diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi
Kaltara.
Untuk diketahui, selain gedung Bapelkes, di lahan yang ada, akan dibangun pula sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya. Di antaranya, gedung balai pendidikan dan pelatihan terpadu dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara, gudang dan Laboratorium Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM). (humas)




Komentar Anda: