![]() |
| Gambar Infografis (humasprovkaltara) |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Menjelang musim mudik Lebaran
2019, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, melalui Dinas Perhubungan (Dishub)
terus mempersiapkan semua hal, untuk memastikan pergerakan manusia dan barang lancar
sampai arus balik usai lebaran Idulfitri 1440 Hijriah nanti.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara
Taupan Madjid mengatakan, pihaknya memprediksi, meski tidak secara signifikan,
jumlah penumpang pada arus mudik lebaran tahun bakal meningkat dibanding tahun
sebelumnya. Untuk penumpang angkutan darat misalnya, tahun ini diperkirakan
mencapai 2.093 orang, meningkat 14 persen dari 2018 (1.838 orang).
Kemudian angkutan laut dan
sungai, diprediksi meningkat 5,56 persen. Dari tahun lalu mencapai 99.230
penumpan, pada 2019 ini diprediksi 104.748 orang. Begitu pun dengan angkutan
udara, dari 64.318 orang di 2018, diperkirakan meningkat menjadi 64.842
penumpang atau 0,82 persen. “Jumlah penumpang ini, dihitung selama 14 hari.
Yaitu 7 hari sebelum hari H lebaran, dan 7 hari setelah Idulfitri,” jelas
Taupan.
Selain memprediksi
peningkatan jumlah penumpang, sebagai antisipasi, Dishub bersama instansi
terkait juga telah melakukan survei Daerah Rawan Kecelakaan (DRK), utamanya
pada jalan nasional di wilayah Kaltara. Hasilnya, sebut Taupan, dari tiga jalur
yang disurvei jalur Tanjung Selor – Berau (Kaltim) yang paling banyak titik
rawan kecelakaan. Yaitu sebanyak 17 titik. Disusul kemudian jalur Tanjung Selor
– Malinau ada 12 titik dan Malinau – Salang, 7 titik.
Selain itu, imbuhnya
ditinjau jalan yang potensi akan terjadi kerusakan. Antara lain 7 titik di
jalur Tanjung Selor – Berau (Kaltim), 11 titik pada jalur Tanjung Selor Malinau
dan 44 lokasi di antara Malinau – Salang. “Kemudian jalan rusak, Tanjung Selor
– Malinau yang paling banyak, yakni 71 titik. Tanjung Selor – Berau ada 18
lokasi dan 14 titik di jalur Malinau – Salang.
Upaya persiapan lainnya,
Dishub bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, Dinas
Perhubungan Kabupaten Bulungan, Kepala BPTD Wilayah XVII Provinsi Kaltim dan Kaltara
telah melakukan ramp check (inspeksi keselamatan) melalui uji kir terhadap
sejumlah kendaraan umum.
Selain kendaraan bermotor,
berupa bus yang akan digunakan untuk angkutan darat, ramp check juga dilakukan
terhadap kapal maupun speedboat yang melayani angkutan penumpang di wilayah
Kaltara. "Semuanya kita lakukan (ramp check) untuk menjamin kelancaran,
keamanan, dan kenyamanan penumpang selama mudik," kata Taupan.
Tak hanya terhadap
armadanya, tes urine terhadap motoris speedboat dan pengemudi juga dilakukan.
Ini untuk mengantisipasi motoris mengoperasikan speedboat dengan kondisi prima,
tidak dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Untuk mengantisipasi
lonjakan penumpang speedboat antar kabupaten/kota , Dishub Kaltara akan berkoordinasi
dengan Dishub kabupaten/Kota. "Selanjutnya Dishub kabupaten/kota yang
berkoordinasi dengan pemilik usaha speedboat," kata Taupan lagi.
Masih dalam rangka kelancaran arus mudik dan balik lebaran, dalam kesempatan itu, Taupan mengimbau kepada para pemilik truk ataupun perusahaan perkebunan yang mengoperasikan truk-truk pengangkut buah kelapa sawit, agar menghentikan aktifitasnya sejak H-7 Lebaran hingga H+7 lebaran. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa menghambat arus transportasi. (humas)




Komentar Anda: