![]() |
PELAYANAN
PUBLIK : Kegiatan pelayanan adminduk pada program Sipelandukilat di wilayah
perbatasan Kaltara.
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Inovasi yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
(Kaltara) masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dalam Kompetisi Inovasi
Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2019. Dari 4 Inovasi Pelayanan Publik yang diusulkan
Pemprov Kaltra, program Inovasi jemput bola yang dinamai Sistem Pelayanan
Administrasi Kependudukan untuk wilayah Perbatasan (Si Pelandukilat) masuk dalam
99 inovasi terbaik nasional itu.
Hasil
kompetisi diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), setelah sebelumnya melalui penilaian oleh Tim
Panel Independen.
Sesuai pengumuman
resmi yang diunggah di laman resmi Kementerian PANRB (menpan.go.id). Yaitu pada
Pengumuman Nomor: B/163/PP.00.05/2019, tentang Top 99 Inovasi Pelayanan KIPP
2019, ada 19 inovasi di lingkup kementerian, 5 pada Lembaga negara. Kemudian 12
inovasi terbaik di 8 pemerintahan provinsi, 41 tingkat kabupaten, 21
pemerintahan kota, dan satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Khusus di
tingkat provinsi, ada 8 provinsi yang masuk dalam nominasi itu. Beberapa
provinsi ada yang inovasinya lebih dari dua masuk. Yaitu Jawa Tengah dan Daerah
Istimewa Yogyakarta. Dari Kalimantan, ada dua provinsi yang dapat. Yaitu Kaltim
dan Kaltara, dengan inovasi pelayanan publik Si Pelandukilat oleh Disdukcapil
Kaltara, untuk kategori Pelayanan Publik Responsif Gender.
“Ada sembilan
kategori yang masuk dalam kompetisi ini, yakni pengentasan kemiskinan,
pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan kesempatan
kerja, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik responsif gender, perlindungan
dan pelestarian lingkungan hidup, serta tata kelola pemerintahan,” kata Ripka
Dian Megawati, Kasubbag Inovasi dan Pelayanan Publik pada Biro Organisasi
Provinsi Kaltara.
Diungkapkan,
sebanyak 3.156 inovasi telah terekam dalam Sistem Inovasi Pelayanan Publik
(Sinovik) yang diajukan oleh 331 instansi pemerintah. Terdapat 1.872 inovasi
pelayanan publik dengan status yang telah diajukan, yang kemudian melalui
seleksi administrasi, dihasilkan 1.651 inovasi yang dinyatakan lolos ke tahap
penilian proposal. Melalui rapat pleno Tim Panel Independen kemudian memilih
Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.
“Nantinya,
Top 99 Inovasi Pelayanan Publik ini kemudian akan diseleksi lagi menjadi Top
40. Seleksi dilakukan dengan cara wawancara dan presentasi dari para innovator
di hadapan Tim Panel Independen,” terang Ripka.
Penyelenggaraan
KIPP, lanjutnya, merupakan bagian dari stategi menumbuhkan inovasi pelayanan
publik yang berkualitas guna mendukung kebijakan reformasi birokrasi. Selain
itu, kompetisi ini juga sebagai apresiasi dan penghargaan bagi penyelenggara
pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik.
Sebagai
informasi, Si Pelandukilat merupakan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah
perbatasan Kaltara, termasuk bagi kalangan Lanjut Usia (Lansia) dan penyandang
disabilitas. Sistem ini dilakukan dengan metode jemput bola. Artinya petugas
mendatangi langsung ke tempat masyarakat berada. Program Si Pelandukilat merupakan solusi
aplikatif dalam pelayanan kependudukan. Di mana melalui sistem ini akan memutus
permasalahan jarak dan kesulitan masyarakat yang ingin mengurus dokumen
kependudukan. (humas)




Komentar Anda: