TARAKAN | penakaltara.com, Peningkatan
sentimen identitas berbasis suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), massifnya
penyebaran ujaran kebencian dan hoax di sosial media (Sosmed), serta ancaman
peredaran narkoba bagi generasi muda menjadi tantangan bagi keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Demikian disampaikan Wakil Gubernur (Wagub)
Kalimantan Utara (Kaltara) H Udin Hianggio saat membacakan sambutan Gubernur
Kaltara Dr H Irianto Lambrie pada pembukaan forum kewaspadaan dan sinkronisasi
kewaspadaan nasional di Kayan Multifunction Hall, Hotel Tarakan Plaza, Kota
Tarakan, Kamis (2/5).
Di acara bertema meningkatkan kewaspadaan dini dengan menumbuhkan kesadaran bela negara dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini, H Udin menyampaikan bahwa terhitung per triwulan I 2019, peningkatan kabar bohong atau hoax mengalami peningkatan drastis.
Dimana,
hoax paling banyak disebarkan melalui Facebook, Twitter, Whatsapp, dan Youtube.
"Selain berita hoax, peredaran narkoba juga merupakan ancaman serius bagi
generasi muda bangsa ini. Dari data BNN, setiap hari sekitar 50 orang meninggal
akibat mengonsumsi narkoba," ujar Wagub.
Dari itu, patutlah
dikembangkan sikap kewaspadaan nasional. Utamanya, bagi Kaltara yang memiliki
garis perbatasan cukup panjang. Sikap yang dimaksud, yakni suatu kualitas
kesiapan dan kesiagaan yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk mampu
mendeteksi, mengantisipasi sejak dini dan melakukan aksi pencegahan berbagai
bentuk dan sifat potensi ancaman terhadap keutuhan NKRI.
"Dari itu,
kewaspdaaan harus bertolak dari keyakinan ideologis dan nasionalisme yang kokoh
serta perlu didukung oleh usaha pemantauan sejak dini dan terus menerus
terhadap berbagai implikasi dari situasi serta kondisi yang berkembang, baik
didalam maupun diluar negeri," jelas H Udin.
Berkaca dari hal itu,
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menilai perlunya membangun koordinasi dan
sinkronisasi antar pihak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kewaspadaan
dini. Dalam hal ini, Pemprov Kaltara bekerjasama dengan Kementerian Politik,
Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).
Sebagai informasi, hadir pada acara ini Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenkopolhukam Arief P Moekiyat.(humas)




Komentar Anda: