POTENSI PAJAK
: Keberadaan Sungai Kayan yang akan diberdayakan sebagai sumber tenaga listrik,
bakal menjadi potensi PAP terbesar di Kaltara.
|
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Pajak air permukaan (PAP) diprediksi akan menjadi salah satu andalan
perolehan pajak di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Ini dikarenakan, salah
satunya ditopang keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan
yang kelak beroperasi.
Disebutkan
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kaltara
Busriansyah, besarnya potensi PAP tersebut antara puluhan hingga ratusan miliar
rupiah per tahun. “Masih perlu kajian lebih jauh. Namun, potensinya cukup besar
dibandingkan sektor pajak lainnya,” kata Busriansyah di ruang kerjanya, Minggu
(12/5).
Guna
mengkalkulasikan potensi PAP dengan faktor utama PLTA Kayan, Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam hal ini BP2RD akan bekerja sama dengan
Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk melakukan penelitian dan kajian.
Tim kajian ini juga akan melakukan studi banding ke Sumatera Utara, tepatnya ke
Bendungan Sigura-gura. “Yang dikaji, diantaranya mengenai NPA (Nilai Perolehan
Air)-nya. Karena NPA di Kaltara ini rendah, maka perlu diubah, perlu dinaikkan,”
ungkap Busriansyah.
Saat ini, objek PAP di Kaltara terdiri dari 5 PDAM yang
berada di 4 kabupaten dan 1 kota. Ditambah dengan 32 perusahaan pemanfaatan air
permukaan. PAP sendiri,
pada tahun ini ditargetkan perolehannya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) murni sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara realisasinya, hingga 6 Mei
lalu sebesar Rp 619,8 juta atau 41,32 persen. “Sampai saat ini, capaian PAP
adalah yang terendah jika dibandingkan dengan sumber pajak lainnya. Seperti PKB,
BBNKB, PBBKB, dan pajak rokok,” tutur Busriansyah.
Sebagai
informasi, PAP, secara definitif merupakan pajak yang dipungut atas tindakan pengambilan
dan atau pemanfaatan air permukaan. Dalam hal ini, air permukaan merupakan
semua air yang terdapat pada permukaan tanah, tidak termasuk air laut, baik
yang berada di laut maupun di darat. Termasuk air yang terdapat pada lubang
bekas tambang, danau buatan dan air laut yang ditarik ke darat untuk
dimanfaatkan termasuk air permukaan.(humas)



Komentar Anda: