![]() |
| Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie. |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu di Kabupaten Malinau menjadi area teranyar
yang disasar program layanan kependudukan jemput bola, Sipelandukilat atau
Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan untuk Wilayah Perbatasan. Ini merupakan
salah satu titik pelayanan tersulit dalam pelaksanaan program ini.
Dikatakan Gubernur
Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, sesuai laporan Kepala Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kaltara Samuel Parrangan,
butuh waktu sekitar 6 jam untuk mencapai desa tersebut dari titik singgah terdekat
(dari Malinau Kota ke dermaga Pulau Sapi, dilanjutkan jalur perairan ke Desa
Long Berang). Di desa inilah terdapat kantor Kecamatan Mentarang Hulu.
“Seperti
daerah sasaran lainnya, di Long Berang, Disdukcapil Kaltara bersama pemerintah
daerah setempat juga melakukan sejumlah pelayanan administrasi kependudukan. Seperti
perekaman KTP Elektronik, mengganti elemen pada KTP-el, pembuatan Kartu
Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, dan Pendaftaran
KIA atau Kartu Identitas Anak,” ungkap Gubernur, Selasa (14/5).
![]() |
| Infografis : Realisasi Pelayanan Sipelanduk Kilat 2019 di Perbatasan Kaltara. |
Selama pelayanan
diberikan, pengurusan KIA merupakan yang terbanyak yakni 112 dokumen. Disusul, Akta
Kelahiran 84 lembar, KK 54 lembar, perekaman KTP elektronik (e-KTP) 41 orang,
pergantian elemen pada e-KTP 36 orang, Akta Perkawinan 23 lembar, serta Akta
Kematian 4 lembar. “Dalam pelayanan jemput bola itu, dokumen yang diinginkan langsung
jadi. Teknisnya, dua hari pelayanan administrasi kependudukan, kemudian di hari
ketiga akan langsung dibagikan,” ungkap Irianto.
Selain di Mentarang Hulu, Sipelandukilat
juga telah merealisasikan pelayanan serupa di 2 kecamatan lainnya di Malinau.
Yakni, Kayan Hilir dan Kayan Hulu yang dilakukan selama 10 hari, sejak 22 Februari
hingga 1 Maret 2019. Seperti definisinya,
Sipelandukilat juga memberikan pelayanan di kabupaten perbatasan lainnya di
Kaltara, yakni Nunukan.
Terbaru, Sipelandukilat merealisasikan pelayanan 6 hari
sejak 18 hingga 23 Maret di 2 kecamatan. Yakni, Kecamatan Tulin Onsoi dan
Sebuku. “Kami merencanakan pelayanan ini akan dilanjutkan di Nunukan, tepatnya
di Kecamatan Krayan,” timpal Kepala Disdukcapil Kaltara, Samuel Parrangan
menutup. (humas)





Komentar Anda: