![]() |
| Lokasi Permainan Ketangkasan di Batam |
BATAM, PenaKaltara.com – Dunia hiburan sungguh tidak akan ada habisnya
untuk dibahas bahkan disoroti. Hal itu karena di tengah hiruk-pikuk wajah kota
yang menjanjikan bagi perantau dalam mencari nafkah, dunia hiburan juga menjadi
salah satu komoditi utama bagi perantau untuk suatu pembenaran dalam
menyegarkan fikiran. Terlebih lagi di perbatasan seperti yang kali ini penulis
ingin bahas yakni kota Batam. Kota yang berbatasan dengan negara Singapura dan
Malaysia ini memang cukup menarik dibahas tidak hanya karena masyarakatnya yang
heterogen, tetapi juga karena geliat hiburannya pun cukup beragam.
Jika anda ingin menikmati
euforia hiburan malam yang lengkap nan berkelas, tampaknya Kota Batam sangat
tepat anda jadikan tujuan destinasi wisata anda dalam melepas penat setelah
menjalankan rutinitas keseharian yang cukup membosankan itu. Betapa tidak,
mulai dari spa/panti pijat yang menawarkan sentuhan-sentuhan halus para terapis
muda, dunia gemerlap disko venue,
hingga arena perjudian pun tersedia di kota seluas ± 715 Km2 itu.
Kerennya lagi, kesemua hiburan itu memiliki izin resmi dari Dinas Pariwisata
Kota Batam alias legal di Batam. Sehingga dalam menikmatinya, wisatawan tidak
perlu sembunyi-sembunyi.
Predikat Area Perdagangan
Bebas (Free Trade Zone) tampaknya
dimanfaatkan dengan baik oleh para pemangku kepentingan di Batam. Minuman keras
dengan berbagai merk baik lokal maupun internasional pun tersedia hampir di
seluruh penjuru Kota Batam. Soal harga tidak usah diragukan lagi, sebagai
perbandingan di Kota Jakarta harga 1 Botol Whisky merk Jack Daniel’s 750 Liter mencapai Rp1Jt rupiah perbotolnya sedangkan
di Batam, cukup merogoh Rp400rban saja anda bisa menikmati kekhasan rasa
minuman keras itu bahkan sambil berkendara sekalipun. Yaa itulah penggambaran “surga”
hiburannya Kota Batam. Sudah seperti luar negeri bukan?
Bagi wisatawan yang memang
memiliki hobi bermain ketangkasan demi peruntungan alias berjudi, Batam juga
menjadi pilihan yang cukup tepat. Meskipun telah diberantas habis oleh Jendral
Sutanto (Kapolri kala itu) sejak tahun 2005 lalu. Namun pengusaha-pengusaha
lokal seperti tidak kehabisan akal untuk menyediakan arena bagi para pencinta
judi di Batam. Berbekal izin dari Dinas Pariwisata, para pengusaha itu cukup
cerdas dengan membuat suatu “Gelanggang Permainan”. Sekilas memang mesin-mesin
itu tampak seperti arena permainan anak-anak sebagaimana kita lihat di Time Zone. Tentu saja tidak akan ada
yang menyangka kalau mesin itu merupakan arena perjudian. Sebab, hadiah yang
diterima oleh pemain hanya sebaris tiket terbuat dari kertas yang dapat
dipotong-potong.
Bahkan ketika PenaKaltara.com
mencoba menelusuri pun tidak terlihat ada unsur perjudian disana. Hingga
PenaKaltara.com menemui salah seorang pemain yang enggan namanya ditayang.
Sebut saja ‘Luk’, lelaki paruh baya yang tengah asyik bermain dengan
mesin-mesin di salah satu tempat yang diketahui bernama “Billiard Center” di
Bilangan Nagoya tepat di belakang pusat perbelanjaan elektronik “Lucky Plaza”.
Ketika disambangi, Luk cukup tampak senang bermain seorang diri. Sesekali ia
menarik tiket yang keluar dari mesin. Kadang panjang tiket yang keluar membuat
tiketnya menjadi tertekuk, kadang lagi hanya beberapa tiket saja.
“Ya beginilah mainnya,” kata
Luk kepada PenaKaltara.com, Sabtu (16/11). Luk bercerita bahwa dirinya memang
telah sejak lama menggeluti permainan ini. Terkadang modal yang ia bawa bisa
sampai Rp5jt, lain waktu hanya Rp1jt saja ia berani mencoba peruntungan di
mesin itu. “Kalau menang, bisa sampai puluhan juta,” kata Luk senang sambil
menarik tiket panjang yang menandakan kemenangannya untuk satu sesi permainan.
Luk mengaku, tiket tersebut olehnya dapat di”uang”kan di kasir. “Tapi kalo
masih dikit sih saya kasih buat main lagi saja,” akunya.
Setelah mendengar penuturan
Luk, kami pun pergi. Ternyata, unsur perjudian itu terletak di tukar-menukar tiket
dengan uang tadi. Setelah lelah di “Billard Center”, kami pun bergegas mencari
tempat untuk relaksasi.
Bersambung.........................................................................................Bag-2
REDAKSI
Editor : Bobby Furtado



Komentar Anda: