Last Updated 2018-01-05T15:08:39Z


TARAKAN, PenaKaltara.com  - Pasangan Calon (Paslon) dari jalur independen, Umi Suhartini-Mahrudin Mado (UMI-MADO) masih harus bekerja keras mengumpulkan data dukungan berupa KTP. Pasalnya, dari 16.499 DPT yang ia klaim bersempena dengan penyerahan data itu, oleh  KPUD Tarakan setelah dilakukan proses verifikasi diketahui hanya berjumlah 14.247 DPT. Padahal syarat DPT bagi calon independen harus berjumlah 14.405 DPT.

“Itu sudah melalui rekapitulasi serta vertifikasi faktual,” kata Ketua KPUD Tarakan, Teguh Dwi Subagyo kepada PenaKaltara.com, Rabu (3/1). Teguh mengungkapkan bahwa selisih kekurangan data pendukung Paslon UMI-MADO yakni 131 DPT. Sebagaimana diketahui sebelumnya, UMI-MADO masih diberi kesempatan untuk menyerahkan kekurangan data pada 8 hingga 10 Januari kedepan untuk melengkapi syarat pendaftaran.  Namun bilamana saat deadline pendaftaran itu sudah habis namun UMI-MADO belum melengkapi kekurangan, maka untuk memenuhi syarat pencalonannya UMI-MADO wajib melakukan perbaikan terjadwal yakni pada 18 hingga 20 Februari 2018.

 
Yang perlu diingat, kata Teguh, bagi Paslon yang menggunakan jalur perseorangan, pada saat perbaikan harus menambah data dukungannya sebanyak dua kali lipat dari kurangnya dukungan yang sudah divertifikasi. “kan kurangnya 131, dua kali lipatnya ya menjadi 262 DPT, itu yang harus disiapkan nantinya,” jelasnya.

Pada Vertifikasi faktual yang dilakukan KPU bersama Panwaslu tersebut, data dukungan yang tidak lolos itu meliputi data yang tidak sesuai antara lain ketika di survei pemilik data mengaku tidak mendukung paslon tersebut. Kemudian yang kedua pemilik KTP tidak ditemukan di Tarakan dan yang ketiga banyak terdapat KTP ganda. "Sehingga banyak yang tidak memenuhi syarat," jelas Teguh.

Dalam kesempatan itu, Teguh menegaskan bahwa bagi paslon independen boleh-boleh saja mencari dukungan baru ataupun memperbaiki dukungan yang lama. Akan tetapi untuk KTP yang tidak mendukung sebaiknya tidak dicantumkan namanya dalam berkas dukungan.

RICORNIUS JEFFERSON ANTONIO DAO 

Editor : Bobby Furtado
Bagikan:

Redaksi Pena Kaltara

Komentar Anda: