penakaltara.com - Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meninjau jalan dari
Kabupaten Malinau menuju Long Bawan, Krayan Kabupaten Nunukan, beberapa waktu
lalu.
Ketika
Gubernur Jajal Tapal Batas Indonesia – Malaysia (5)
-
Elevasi Diturunkan Hingga 40 Meter, Warga Desa Luso Sambut Hangat Kehadiran
Gubernur
Usai
meresmikan RPS SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau, Gubernur bergegas masuk
ke dalam mobil Pajero dengan nopol KU 1. Mobil tersebut membentuk iring-iringan
rombongan untuk meninjau pembangunan jalan dari Malinau-Long Bawan, Krayan
Kabupaten Nunukan.
Indra
Yustian, Humas Provinsi Kaltara
JALAN
menuju ke lokasi tersebut 30 kilometer, dengan waktu tempuh satu jam untuk tiba
di lokasi. Seperti diketahui, total panjang jalan 196 kilometer untuk dapat
sampai ke Krayan Selatan. Komposisi jalan tersebut terdiri dari 11 jembatan
meliputi 5 jembatan bentang panjang dan 6 jembatan bentang pendek. 2 jembatan
bentang panjnang sudah terpasang tahun ini di Jempolon dan Sungai Belalang.
Sedangkan sisanya, segera dibangun pada tahun 2019 di Melasu, Semamu dan
Krayan.
Uniknya,
menuju kawasan tersebut, medan tak biasa harus dilewati. Jalan agregat serta
harus melewati tanjakan curam, membuat iring-iringan mobil terpaksa bergantian
melewati jalan tersebut. Mobil yang ditumpangi Gubernur pun tak luput dari
jalan tersebut, karena itu merupakan satu-satunya akses yang harus dilewati.
Tiba
di lokasi, Gubernur pun takjub dengan proses pengerjaan yang dilakukan oleh
Kementerian PUPR dalam hal ini oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII. Hadir
mendampingi gubernur, Kepala Balai PJN XII, Refly Rudi Tangkere, dan Kepala
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman
(DPUPR-Perkim) Kaltara, Suheriyatna.
“Demi
memudahkan akses, pemerintah membangun jalan ini harus menurunkan bukit hingga
40 meter ke bawah,”ujar Irianto seraya menunjukkan tangannya ke salah satu
eskavator yang tengah beroperasi.
Saat
ini, jalan yang dibangun sudah terhubung 31 kilometer yang mana 7,8
kilometernya masih jalan tanah. Berdasarkan laporan Kepala Balai XII
Pelaksanaan Jalan Nasional, Refly Tangkere, tahun depan jalan tanah itu sudah
tembus hingga ke Krayan Selatan.
“Target
dari Kementerian PUPR jalan ini sudah selesai tahun depan minimal
fungsional,”terang Gubernur yang didampingi Kepala Balai PJN XII, Refly
Tangkere.
Seperti
diketahui, jalan ini merupakan usulan Pemprov Kaltara kepada Presiden Joko
Widodo pada saat Rapat Kabinet Terbatas yang dihadiri langsung oleh Menteri
Kabinet Kerja. Bahkan dari arah Long Bawan, Krayan juga sedang dibangun jalan
dengan target bisa dilewati pada tahun depan.
“Kita
bersyukur buah ide dan gagasan kita pada waktu rapat terbatas dengan Presiden
RI Joko Widodo tahun lalu saat ini sudah direalisasikan,”tambahnya.
Tidak
hanya itu, usai meninjau jalan, Gubernur dengan rombongan melanjutkan
perjalanan kembali untuk kemudian melakukan serangkaian kegiatan seremonial.
Salah satunya adalah menyerahkan 11 ekor sapi kepada sekelompok masyarakat di
Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Di sini, Gubernur
disambut hangat oleh masyarakat setempat, bahkan sempat melakukan swafoto
dengan Gubernur sebagai bentuk penyambutannya.
“11
ekor sapi diserahkan, jadi 10 ekor. Yang betina 9. Karena jumlahnya tidak
banyak, diserahkan ke kelompok tani. Ini harus dijaga supaya bisa terus
berkembang,”jelas Irianto.
Tidak
lama setelah itu, Gubernur pun meninggalkan Desa Luso karena harus melakukan
peninjauan ke rumah yang mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS)
di Malinau Utara. Adalah Suratno, salah satu warga dari 35 rumah di Kabupaten
Malinau yang mendapatkan bantuan. Rasa senang dan terharu pun dirasakan Suratno
saat Gubernur menyambangi rumahnya. Menurutnya kehadiran Gubernur merupakan
bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya, sehingga harus diapresiasi.
“Kami berjanji kepada bapak Gubernur, akan tinggal di rumah ini hingga anak
cucu kami,”kata Suratno. (bersambung)


Komentar Anda: