TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan
mengusulkan 2 jembatan timbang di ruas jalan Trans
Kalimantan. Yaitu ruas antara Tanjung Selor-Berau dan
Tanjung Selor-Malinau.
Kepala Dishub Kaltara Taupan
Madjid mengatakan, pembangunan atau pengadaan jembatan timbang merupakan
kewenangan pemerintah pusat. Pihaknya sebatas
mengusulkan, setelah sebelumnya melakukan studi untuk lokasi penempatan
jembatan timbang. “Sementara
ini, baru kita lakukan studi lokasi untuk
menentukan tempat yang pas untuk dibangun jembatan timbang. Apabila sudah
ditentukan tempatnya, baru kita minta (usulkan) ke pemerintah pusat,” ujarnya,
saat menghadiri Tabligh Akbar di Rumjab Gubernur, pekan
lalu.
Saat ini, kata Taupan, rencana pembangunan jembatan
timbang sedang dalam tahap penyelesaian masterplan.
Menurutnya, tempat yang paling strategis adalah antara
Tanjung Selor-Malinau dan Tanjung Selor-Berau. Mengingat, untuk
jalan nasional menuju Berau, setiap hari dilintasi
kendaraan bermuatan berat. Salah satunya, pengangkut
buah kelapa sawit. “Dari sisi overload dan dimensinya, kelebihan.
Karena itu, untuk saat ini Kementerian Perhubungan
memfokuskan pembangunan jembatan timbang di Poros Tanjung Selor-Berau,”
ujarnya.
Dengan muatan yang berlebih, kata Taupan, menjadi salah
satu faktor penyebab rusaknya ruas jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Bulungan
dan Berau. “Kerusakan jalan yang terjadi ada kaitannya dengan overload muatan
kendaraan,” tegasnya.
Taupan mengatakan, selain mengusulkan jembatan timbang, Dishub
Kaltara bersama jajaran Polda Kaltara dan Badan Pengelola Transportasi Darat
(BPTD) Wilayah XVII Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga telah melakukan
razia kendaraan yang melebihi kapasitas atau tak sesuai dengan kelas jalan.
Razia yang digelar di Kilometer 2 jalan
poros Tanjung Selor-Malinau, sebanyak 114 unit kendaraan diperiksa. Alhasil, masih
ditemukan sopir yang tak patuh aturan. “Upaya
untuk pembinaan terhadap sopir pengangkut barang terus berjalan. Tapi saat
dibina, masih ada yang mengulangi lagi,” tutupnya.(humas)



Komentar Anda: