| Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie dalam Forum Human Resources Departement (HRD) se Kaltara, di Hotel Pangeran Khar, Senin (25/3) |
TANJUNG
SELOR | penakaltara.com, Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, sumberdaya
manusia bagi sebuah lembaga baik di perusahaan ataupun pemerintahan, adalah
aset berharga. Menurutnya, sebuah perusahaan dapat berjalan dengan baik jika
karyawannya dianggap sebagai mitra, bukan sebagai alat produksi saja. Penegasan
itu disampaikannya, saat menghadiri acara Forum Human Resources Departement
(HRD) se Kaltara, di Hotel Pangeran Khar, Senin (25/3).
"Jadi
kalau pemimpun yang buruk, hanya berpikir pegawainya sebagai alat produksi.
Itulah yang menyebabkan terjadinya perselisihan di sebuah
perusahaan,"jelas Irianto.
Jika
karyawan atau pegawai perusahaan dianggap sebagai mitra, maka komunikasi dengan
karyawan dengan pimpinan, menjadi harmonis. Di Kaltara ini cukup banyak
perusahaan yang sudah bagus manajemennya, bahkan sudah beroperasi cukup lama.
"Hubungan
antara pemilik dalam batas-batas wajar sangat terjalin baik. Intinya para
pimpinan harus menampung aspirasi yang wajar bagi pegawainya,"katanya.
Gubernur
berharap perusahaan yang ada di Kaltara ini menyadari posisi sesuai fungsinya
masing-masing. "Kita berharap dalam berjalannya program-program pemprov
bisa selaras dengan perushaan yang ada di Kaltara. Salah satunya adalah forum
CSR yang rencananya kita selaraskan dengan program pemprov.
Sementara
itu, Sekprov Kaltara H Suriansyah mengungkapkan, tuntutan negara maju yang
berkaitan dengan sumberdaya manusia membutuhkan 3 pilar meliputi pilar
pemerintah, masyarakat, dan pilar perusahaan. "Ketiga pilar ini
harus bersinergi untuk mewujudkan visi misi negara, terutama berkaitan dengan kesejahteraan
masyarakat," ungkapnya.
Berkaitan
dengan hal itu Suriansyah meminta agar pihak swasta dapat membuka lapangan
pekerjaan terutama bagi masyarakat lokal yang ada di Kaltara. Selain
itu ia juga menjelaskan bahwa pemrov Kaltara menjamin keamanan dan kemudahan
dalam berinvestasi di Kaltara namun sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Untuk itu jangan ragu kami bersama dengan TNI dan Polri menjamin keamanan
berinvestasi di Kaltara bagi pihak swasta. Namun kami meminta agar dapat
menerima masyarakat Kaltara sebagai pekerjaannya,"jelasnya.
Ia
juga mengatakan agar perusahaan dapat bersinergi dengan lembaga pendidikan yang
ada di Kaltara. Kebutuhan tiap perusahaan, lanjut Suriansyah agar segera
dikomunikasikan dengan instansi terkait yang ada. Sehingga lembaga pendidikan
dapat menyesuaikan kebutuhan pasar yang ada. "Kedepannya Disdikbud dan
dinas tenaga kerja transmigrasi Kaltara dapat menyusun formasi yang tepat untuk
memenuhi kebutuhan bursa pekerjaan yang ada di Kaltara," tuntas
Suriansyah.(humas)



Komentar Anda: