![]() |
| RAKORNAS PKK : Ketum TP PKK Kaltara Hj Rita Ratina Irianto Lambrie dan Ketum TP PKK tingkat provinsi lainnya berfoto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, Selasa (26/2). |
JAKARTA | penakaltara.com, Tim Penggerak (TP)
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus
berupaya menurunkan persentase stunting atau kondisi di mana anak mengalami
gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman
seusianya di wilayah ini. Upaya ini sejalan dengan bahasan utama Rapat
Koordinasi (Rakornas) PKK Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid
Jaya, Jakarta, Selasa (26/2) lalu.
Ketua Umum TP PKK Provinsi Kaltara
Hj Rita Ratina Irianto Lambrie menuturkan, isu stunting menjadi prioritas TP
PKK, lantaran sesuai data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
pada 2018 kerugian ekonomi negara akibat stunting mencapai 2 hingga 3 persen. “Dari
itu, TP PKK se-Indonesia diharapkan dapat menyamakan program prioritas, baik
pusat maupun daerah. Sehingga terjalin kerja sama dan sharing informasi yang terarah,”
ungkap Hj Rita.
Dalam hal ini, TP PKK akan
melakukan pendataan, pemetaan, penyuluhan serta pendampingan kepada keluarga rentan
serta melakukan pemantauan dan pelaporan.
Juga diharapkan dapat membantu untuk merujuk ke pusat layanan dan petugas.
Selain stunting, poin lain
yang diangkat pada Rakornas itu adalah soal Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Aktif.
“Di Kaltara, Posyandu Aktif sudah cukup baik. Sebab sesuai laporan Direktorat
Jenderal (Ditjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, meski
persentasenya masih dibawah target nasional (60 persen keaktifan), namun masih
menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan,” ungkap Hj Rita. Adapun persentase
Posyandu Aktif di Kaltara mencapai 50,21 persen.(humas)




Komentar Anda: