| INOVATIF : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama usai meluncurkan program Samsat Keliling, belum lama ini. |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Organisasi Perangkat
Daerah (OPD)-nya terus berinovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD). Salah satunya, pada sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) lewat program
Samsat Keliling (Samling).
Inovasi yang
diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-6 Provinsi Kaltara ini, berupa penyediaan bus
untuk pemerintah daerah dalam memudahkan pelayanan pembayaran PKB pada program Samling.
“Ini inovasi yang sangat positif. Melalui program ini, tidak hanya untuk memudahkan
masyarakat, tapi juga sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah,” kata
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, saat meluncurkan program tersebut, Senin
(22/4).
Sementara itu, Kepala
BP2RD Kaltara Busriansyah mengatakan, dua unit bus ini ditempatkan di Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan. 2 unit bus
ini, pengadaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Kaltara 2019 senilai Rp 1,9 miliar. “Ini untuk memudahkan wajib pajak untuk
memenuhi kewajibannya. Sehingga wajib pajak dapat menghindari denda pajak
akibat sulitnya mengurus pajak. Beroperasinya bus Samling ini diharapkan dapat
meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor yang ada di Kota Tarakan dan
Kabupaten Bulungan,” kata Busriansyah, Rabu (24/4).
Bus Samling dilengkapi
dengan fasilitas sistem online yang dapat ditempatkan pada sentra-sentra yang
jauh dari jangkauan samsat induk. Dengan begitu, dimanapun wajib pajak berada, saat
PKB-nya sudah jatuh tempo maka akan dimudahkan untuk membayar dengan sistem
yang sama. “Kalau teknis pelaksanaannya, nanti dari UPT akan mengatur jadwal
pelayanannya. Jadi, tergantung UPT-nya,” jelas Busriansyah.
Busriansyah
memaparkan, dengan adanya program mobil bus Samling ini dapat mengurangi
peningkatan piutang pajak akibat sulitnya wajib pajak mengakses pembayaran PKB.
“Pada anggaran 2019 akan dialokasikan pengadaan 2 unit Bus Samling lagi. Masing-masing
1 unit untuk Kabupaten Malinau dan Nunukan. Anggarannya berjumlah Rp 1,9 miliar,
saat ini dalam proses penyusunan administrasinya,” bebernya. Bus tersebut
ditargetkan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malinau dan Nunukan pada
tahun ini.
Lebih jauh
Busriansyah mengatakan, bahwa penerimaan pajak daerah merupakan komponen
terbesar dari pendapatan asli daerah (PAD) Kaltara, yakni dengan target tahun ini
sebesar Rp 560 miliar. Sementara target pajak daerah sebesar Rp 363 miliar. “Ini
perlu upaya intensifikasi secara optimal dengan memanfaatkan fasilitas yang ada
dan kerjasama yang solid sesame mitra kerja yang tergabung dalam kantor bersama
samsat,” tuntasnya.(humas)



Komentar Anda: