![]() |
| BANTUAN SOSIAL : Kepala Dinsos Kaltara, Sugiono berfoto bersama peserta Sosialisasi Perencanaan Program Sosial di Hotel Pangeran Khar, Rabu (16/5). |
TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Agar pemberian
bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat pada tahun ini lebih berkualitas
dalam pelayanannya, dibutuhkan perencanaan program kegiatan yang baik. Demikian
disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Sugiono
saat membuka Sosialisasi Perencanaan Program Sosial di Hotel Pangeran Khar,
Rabu (16/5).
Dituturkan Sugiono, saat ini
dibutuhkan kesepakatan dari pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota saat
melaksanakan program dan anggaran pembangunan kesejahteraan sosial di 2019.
Sehingga pemberian bansos di Provinsi Kaltara melalui dana dekonsentrasi dan
tugas bantuan yang dijalankan oleh Dinsos dapat lebih tertib, transparan dan
akuntabel.
Sugiono juga mengatakan,
pelayanan bidang sosial termasuk dalam pelayanan dasar yang wajib diberikan
kepada masyarakat. Oleh karena itu, harus mengacu pada standar pelayanan
minimal (SPM). “Penetapan SPM bidang sosial sebagai konsekuensi dari penetapan
urusan sosial sebagai urusan wajib pelayanan dasar,” katanya.
Sementara itu, kegiatan
sosialiasi yang dihadiri oleh Dinsos kabupaten dan kota di Provinsi Kaltara,
mengundang narasumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Sri Wulan
Sugiharti, Kepala Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran Daerah.
Keberadaannya untuk
menjelaskan program-program sosial dari Kemensos yang dijalankan di daerah
beserta anggarannya. Untuk Provinsi Kaltara, program dari Kemensos yakni
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Sri Wulan mengatakan, selain PKH dan BPNT, terdapat juga program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi 20.000 rumah untuk 2020. “Kaltara dapat mengajukan proposal ke pusat dan mendapatkan jatah 100 rumah,” tutupnya. (humas)




Komentar Anda: