TANJUNG SELOR | penakaltara.com, Mewakili Gubernur Kalimantan Utara
(Kaltara), Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) H Sanusi
membuka kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) penanggulangan bencana se-Kaltara
2019, yang diselenggarakan di Hotel Grand Anugerah Tanjung Selor, Selasa
(30/04).
Sanusi berharap, melalui Rakorda yang diinisiasi oleh Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara ini, dapat mewujudkan satu
pemahaman kebijakan, strategi, sinkronisasi dan perencanaan program
penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi,
hingga pusat.
“Dengan terakomodasinya rencana program penyelenggaraan bencana, maka
dapat membangun sistem penanggulangan bencana di Kaltara secara sinergi,
terencana, terpadu, dan berkesinambungan,“ kata Sanusi.
Berdasarkan data dari BPBD Kaltara, sebutnya, kejadian
bencana di wilayah kaltara mulai 2015 hingga 2018, sebanyak 210 bencana. Dengan
rincian, pada 2015 sebanyak 66 bencana, 2016 sebanyak 73 bencana, pada 2017
sebanyak 31 bencana, dan 2018 sebanyak 40 bencana. “Dari 210 bencana ini, terdiri
dari beberapa jenis, seperti kebakaran hutan, tanah longsor, banjir, puting
beliung, hingga gempa bumi dan tsunami,” paparnya.
Sanunsi berharap, Rakorda penanggulangan bencana di Kaltara
dapat mencapai sasaran yang dituju. Yakni koordinasi unsur terkait dalam
penanggulangan bencana daerah dan kabupaten kota, lembaga dunia usaha,
masyarakat, hingga organisasi yang peduli bencana.
“Untuk mencapai sasaran yang dituju dalam
penanggulangan bencana di Kaltara, saya berharap BPBD Kaltara dan kabupaten
kota dapat mensinkronisasi atau mengkolaborasikan program tahun 2020. Demikian juga untuk 2019
ini. Termasuk pihak-pihak terkait dapat melakukan sinergitas dalam pelaksanaan
program penanggulangan bencana,” ujar Sanusi.
Sanusi berharap, penanggulangan bencana di Kaltara
harus ada simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur. Ini sesuai
dengan arahan Presiden dalam Rakornas Penanggulangan Bencana 2019. Karena hal
ini mengingatkan kepada masyarakat secara luas, dan berkesinambungan hingga
pada tingkat paling bawah. (humas)




Komentar Anda: