Rubrik "PENDIDIKAN."
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN.. Tampilkan semua postingan
Last Updated 2019-01-24T06:49:54Z

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri ikrar Pelajar Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Sebatik, Selasa (15/1) siang.

ANTI NARKOBA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri ikrar Pelajar Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Sebatik, Selasa (15/1) siang.

TANJUNG SELOR – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) yang makin merajalela di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara semakin gencar melakukan upaya antisipasi. Salah satunya, dengan memotivasi generasi muda, utamanya pelajar untuk turut terlibat aktif dalam mengantisipasi penyebarluasan barang haram tersebut.

Mendukung upaya tersebut, pada kunjungan kerjanya ke Pulau Sebatik, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri ikrar Pelajar Anti Narkoba Kecamatan Sebatik oleh para pelajar Sebatik yang tergabung dalam Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba) Sebatik. Ini diikuti dengan penandatanganan prasasti Pelajar Anti Narkoba.

Dalam arahannya, Gubernur mengharapkan agar generasi muda dan pelajar Kaltara, khususnya yang berada di Pulau Sebatik untuk semakin giat belajar serta memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia dengan bijak. “Manfaatkan usia yang ada untuk menambah pengetahuan seluas-luasnya, dan kalau bisa di usia muda sudah lulus dari pendidikan formal. Lalu, selama belajar, duduklah di barisan terdepan agar lebih mudah mendengar dan memahami apa yang diberikan oleh guru. Belajar juga harus berulang agar melekat dalam memori kita,” ucap Irianto pada pertemuan yang digelar di aula SMA Negeri 1 Sebatik, Selasa (15/1).

Sebagai daerah yang rawan dengan peredaran narkoba, Irianto pun berharap agar pelajar maupun generasi Jarwasnaba tak larut dalam seremonial semata. Namun, harus mengaplikasikan pengetahuan mengenai bahaya narkoba dan peredarannya dengan mensosialisasikannya di lingkungan masing-masing. 

Kaltara berada di 5 besar daerah rawan narkoba, karena menjadi daerah dan jalur masuknya narkoba. Narkoba itu racun, yang dapat merusak syaraf manusia. Apabila syaraf rusak maka kehidupan menjadi suram. Parahnya lagi, bahaya narkoba ini sudah menyasar pelajar SD. Ini patut menjadi peringatan bagi orang tua untuk mengawasi dan memberikan pemahaman kepada anaknya agar dapat terhindar dari bahaya narkoba,” tutur Gubernur.

Irianto juga mengimbau kepada para guru untuk dapat membantu orangtua menjaga kualitas kehidupan generasi muda di Kaltara, khususnya Sebatik. “Kita, saat ini hidup dalam ketidakpastian, dan kehidupan yang berlangsung cepat. Cara berpikir pun terkadang sering gagal faham. Pesan saya, yang tak boleh berubah adalah warisan pendiri bangsa ini, yakni kerukunan dan persatuan. Ini menjadi tulang punggung utama eksistensi negara kita. Kalau hal tersebut hilang, otomatis Indonesia tidak akan ada lagi,” jelas Gubernur.

Masyarakat pun diajak untuk tidak mentolerir pihak yang berupaya mengerogoti kerukunan dan persatuan tersebut. Perbedaan adalah kodrat manusia, itu juga Rahmat Allah SWT kepada manusia. Indonesia, negara yang banyak dipuji bangsa lain karena mampu mengelola perbedaan itu dengan baik,” urai Irianto.

Pesan Gubernur lainnya, adalah pembangunan yang ada akan terus dilakukan untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya. Dari itu, apabila tak dipersiapkan dengan baik untuk masa depan, maka kita menjadi generasi yang durhaka terhadap generasi mendatang. Dari itu, setiap kita punya tanggung jawab untuk melaksanakannya.
Saya juga berharap kita bergerak cepat dalam semua hal. Inilah yang membuat kita dapat unggul dalam persaingan. Selama ini, kita terbiasa lamban. Gerak cepat harus dipraktekkan dalam kehidupan kita,” tutup Gubernur.(humas)

Last Updated 2019-01-24T08:08:32Z
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu Kampung KB ‘Emas’ Desa Balansiku Sebatik, Selasa (15/1).

HAK ANAK : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menyerahkan secara simbolis KIA kepada perwakilan pelajar SD 002 Sebatik, Selasa (15/1).

KAMPUNG KB : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu Kampung KB ‘Emas’ Desa Balansiku.
KIA, Upaya Pemerintah Penuhi Hak Anak - Gubernur Resmikan Kampung KB Emas di Desa Balansiku

TANJUNG SELOR  Masih dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para pelajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 002 Sebatik di Dusun 01 Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Induk. KIA, menurut Irianto merupakan bukti dan hak konstitusional anak. Selain itu, KIA juga menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara maju. KIA juga penting sebagai bagian dari upaya pendataan bagi penduduk di bawah 17 tahun dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil, kata Gubernur.

Melihat hal tersebut maka KIA yang merupakan salah satu program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini, harus dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah daerah. Di Nunukan sendiri, realisasinya menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan mencapai 97 persen. Atas capaian tersebut, saya menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemkab Nunukan, ucap Irianto.

Lebih jauh dijelaskan Gubernur, KIA pun menunjukkan bahwa pemerintah telah bertanggungjawab atas kualitas tumbuh kembang anak hingga dewasa nanti. Kalau anak tidak sejak dini diberikan perhatian khusus, maka saat tumbuh dewasa akan mengalami degradasi pikiran dan akhlak, sehingga kalah dalam bersaing di segala lini kehidupan, ungkap Irianto.

Dalam urusan legitimasi, KIA dapat digunakan untuk berbagai urusan kependudukan, juga untuk hal lain yang berhubungan dengan kehidupan anak. Di setiap negara modern, KIA menjadi sebuah pengakuan bahwa seseorang adalah anak Indonesia. Selama ini, secara UU masih banyak warga juga anak Indonesia yang belum mendapatkan pengakuan negara, urai Gubernur.

Melihat keberadaannya, Gubernur menilai bahwa KIA dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sama pentingnya. Bedanya, KTP diperoleh setelah 17 tahun atau telah menikah, sementara KIA diperoleh dibawah 17 tahun dan belum menikah. Artinya, walau usianya dibawah 17 tahun namun telah menikah, maka anak tak boleh mendapatkan KIA. Harusnya mendapatkan KTP, jelas Irianto.

Gubernur mengimbau agar seluruh pemerintah daerah di Kaltara memperhatikan hak anak. Utamanya, hak memperoleh kehidupan dan pendidikan yang layak. Mari berikan hak anak dengan memberikan KIA lalu pendidikan dini yang layak. Dalam teori kehidupan anak, usia rawan dalam perkembangan tumbuh kembangnya manusia dimulai sejak usia dibawah 8 tahun. PAUD pun penting peranannya dalam mengisi tumbuh kembang anak di usia dibawah 8 tahun dengan berbagai pengetahuan yang baik, paparnya.

Di desa yang sama, sebelumnya Gubernur mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB) Emas yang dimulai dengan peletakan batu pertama tugu Kampung KB di pertigaan jalan menuju Desa Balansiku. Desa ini dihuni 440 kepala keluarga (KK).  “Lewat pencanangan Kampung KB Emas ini, saya harapkan dapat merubah paradigma masyarakat menjadi lebih maju dan berkembang. Baik dalam berpikir, berbuat dan berkehidupan. Ini sebuah inisiatif dari pemerintah desa setempat, dan saya mengapresiasinya, ungkap Gubernur.

Disamping itu, dengan dicanangkannya Kampung KB Emas ini masyarakat akan semakin faham akan pentingnya KB. KB penting untuk pengendalian penduduk. Penduduk apabila jumlahnya terkendali akan menjadi motor pembangunan, namun apabila tak terkendali maka akan menjadi permasalahan. Juga agar keluarga Indonesia makin berkualitas intelektual dan fisiknya. Mengingat, saat ini persaingan semakin ketat sehingga dibutuhkan kecerdasan dan kesehatan yang baik. Untuk itu, keluarga harus direncanakan, dengan simbol anak 2, papar Irianto.(humas).
Last Updated 2019-01-24T08:28:24Z
Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Sebatik sekaligus resmikan Ruang Kegiatan Belajar siswa, Selasa (15/1).

DISAMBUT HANGAT : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Sebatik, Selasa (15/1) Gubernur Resmikan RKB Siswa

SEBATIK – Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meresmikan ruang kegitan belajar (RKB) di SMA Negeri 1 Sebatik di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik Induk. Peresmian ini merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur ke Pulau Sebatik yang dimulai pada Senin (14/1) lalu.

Dalam ini kunjungan ini, Gubernur berpesan kepada sluruh siswa untuk terus giat belajar dan memanfaarkan teknologi informasi sebaik-baiknya. “Manfaatkanlah usia yang ada saat ini untuk menambah pengetahuan seluas-luasnya, kalau bisa di usia muda sudah lulus dari pendidikan formal,” pesan Irianto kepada siswa.

Untuk menambah pengetahuan itu, kata Irianto, selain membaca juga ada metode lain. Salah satunya, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Sekprov Kaltim ini, selalu duduk di barisan terdepan. Ini berfungsi agar lebih mudah mendengar dan memahami apa yang diberikan oleh guru. Belajar juga harus berulang agar melekat dalam memori kita.

Selain itu, Irianto juga menjelaskan tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba. Disebutkannya, Kaltara berada di 5 besar daerah rawan narkoba. Karena menjadi daerah dan jalur masuknya narkoba. Narkoba itu racun, yang dapat merusak syaraf manusia. Apabila syaraf rusak maka kehidupan menjadi suram. Parahnya lagi, bahaya narkoba ini sudah menyasar pelajar sekolah dasar (SD).

“Ini patut menjadi peringatan bagi orang tua untuk mengawasi dan memberikan pemahaman kepada anaknya agar dapat terhindar dari bahaya narkoba. Deklarasi ini jangan menjadi seremonial tapi juga dipraktekkan. Untuk para guru, saya mohon bantuannya menjaga anak-anak bangsa ini,” bebernya. 

SMA Negeri 1 Sebatik sendiri memiliki sekitar 800 orang. Ada 8 SMA/SMK, dan 7 diantaranya siap melaksanakan UNBK 100 persen. Adapula repatriasi anak TKI dari Malaysia, sekitar 800-an orang. Tapi semua tak bisa ditampung, karena hanya bisa ditampung di 2 sekolah. Sisanya dikirimkan ke Kalsel. Sementara itu untuk 2 kegiatan yang diresmikan berada di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, yakni ruang perpustakaan dan laboratorium komputer serta RKB di SMA Negeri 1 Sebatik. Semuanya sudah tuntas dikerjakan, dengan sumber anggaran dari APBN.

Dikatakan Gubernur, Pemerintah secara bertahap telah memberikan upaya pembangunan yang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Pulau Sebatik. Termasuk, keberadaan lingkungan sekolah yang cukup baik. “Dan, hari ini saya sebagai wakil pemerintah pusat meresmikan sejumlah kegiatan yang didanai APBN,” tuntasnya.

Last Updated 2019-01-24T09:49:17Z

Tujuh Kepala Sekolah di Kaltara foto bersama usai menerima Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri 2018 di Jakarta.
PRESTASI : Tujuh Kepala Sekolah di Kaltara foto bersama usai menerima Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri 2018 di Jakarta belum lama ini.

TANJUNG SELOR Tujuh sekolah di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menorehkan prestasi. Kali ini melalui keberhasilannya meraih penghargaan nasional di bidang lingkungan hidup. Yaitu Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri Tahun 2018 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Auditorium Dr Ir Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

Ketujuh sekolah dimaksud, antar lain SDN 009 Tanjung Selor, SMPN 1 Bunyu, SDN 012 Tana Tidung, SDN 013 Tana Tidung, dan SDN 003, SDN 014, SDN 037 Kota Tarakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Edy Suharto, selaku pembina sekolah Adiwiyata di provinsi ini, sangat mengapresiasi kerja keras sekolah-sekolah, yang terus secara konsisten mengupayakan kegiatan-kegiatan berbasis lingkungan ini.

Dirinya berharap seluruh sekolah yang ada di Provinsi Kaltara harus berlabel Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. Kami sangat mengapresiasi sekolah-sekolah yang meraih penghargaan adiwiyata. Bukan tidak mungkin tahun ini kita kembali mendapatkan penghargaan tersebut. Bahkan, mendapatkan penghargaan adiwiyata tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri, ungkapnya.

Disebutkan, ada 4 komponen yang menjadi penilaian adiwiyata. Antara lain, kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan sekolah yang bersifat partisifatif, serta pengelolaan sarana prasarana ramah lingkungan.

“Program sekolah adiwiyata, salah satu tujuannya adalah merubah anak didik dari tidak peduli lingkungan menjadi peduli. Termasuk guru-guru, dan juga seluruh warga sekolah sekolah lainnya, kata Edy.

Untuk diketahui, Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian LHK bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Pada 2018, ada sebanyak 279 sekolah adiwiyata nasional dan ada 117 sekolah adiwiyata mandiri yang berhak meraih penghargaan. Dari 279 sekolah, 7 sekolah di antaranya diraih oleh sekolah asal Kaltara. Penghargaan adiwiyata diserahkan di Jakarta pada bulan Desember 2018 lalu, dan diserahkan langsung oleh Menteri LKH Siti Nurbaya dan Mendikbud Muhadjir Effendy.(humas)

Grafis
Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2018 :
SDN 009 Tanjung Palas (Kabupaten Bulungan)
SMPN 1 Bunyu (Kabupaten Bulungan)
SDN 012 Tana Tidung (Kabupaten Tana Tidung)
SDN 013 Tana Tidung (Kabupaten Tana Tidung)
SDN 003 Tarakan (Kota Tarakan)
SDN 014 Tarakan (Kota Tarakan)
SDN 037 T arakan (Kota Tarakan)
Last Updated 2018-08-31T13:51:45Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
LOMBA BERCERITA : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara menggelar lomba bercerita tingkat SD/MI di Gedung Gadis, Selasa (28/8).


TANJUNG SELOR, Penakaltara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar kegiatan perlombaan berupa Lomba Bercerita SD/MI Tingkat Provinsi di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung GADIS II Pemprov Kaltara, Selasa (28/8).

Dengan mengangkat tema ‘Memotivasi Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal sebagai Upaya Membentuk Karakter, Kecerdasan dan Inovasi Generasi Muda Kalimantan Utara’ lomba ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Kaltara, Syamsuddin.

Lomba ini diadakan untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca anak-anak dan mempopulerkan cerita budaya daerah (lokal) yang mengandung nilai- nilai kehidupan yang baik serta membangun karakter bangsa. Sejatinya lomba tersebut diikuti oleh para pemenang juara satu dari tingkat Kabupaten/Kota. 

“Jadi ada lima kabupaten/kota yang kita undang ternyata yang hadir cuma satu dengan alasan anggarannya tidak ada,” kata Syamsuddin.

Walaupun hanya ada satu peserta yang hadir, acara tetap berlangsung dan dihadiri oleh sejumlah siswa-siswi SD/MI yang ada di Tanjung Selor. Peserta tersebut ialah Nadila Pasha, siswi dari SDN 012 Tanjung Selor yang juga pemenang di tingkat Kabupaten Bulungan.

Untuk selanjutnya Nadila akan diberangkatkan untuk menjadi peserta lomba Tingkat Nasional di Jakarta. 

“Jadi dengan adanya ini mudah-mudahan dapat berbicara di tingkat nasional, minimal ya masuklah 10 besar dari 34 provinsi,” tutup Syamsuddin.


REPORTER : HUMAS PEMPROV 
Last Updated 2018-08-15T12:13:17Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
KESEPAHAMAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Rektor IPB Dr Arif Satria menandatangani MoU pembaharuan kerja sama di antara kedua belah pihak, Senin (13/8).




BOGOR, Penakaltara.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menandatangani naskah kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Arif Satria di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (13/8).

Pada kesempatan yang sama, MoU juga dilakukan antara Universitas Borneo Tarakan (UBT) dengan IPB, serta IPB dengan Perbanas Institute. 

“Saya bersyukur, hari ini bisa kembali ke Kota Bogor. MoU ini juga merupakan pembaharuan setelah nota kerja sama yang sudah kita lakukan sekitar lima tahun lalu,” kata Irianto mengawali sambutan dalam acara tersebut.

Gubernur berharap, agar MoU yang telah ditandatangani bukan sekedar seremonial belaka. Namun harus ada implementasi dan tindak lanjut yang konkret. 

“Saya sebenarnya kurang suka dengan tandatangan MoU, jika tidak ada tindaklanjutnya,” kata Gubernur.

Kerja sama yang dilakukan dengan IPB, kata Irianto, sejauh ini telah berjalan bagus. IPB dinilai sudah banyak membantu Pemprov Kaltara. Di antaranya, saat menyusun rencana pembangunan jangka panjang. 

Kemudian juga dalam beberapa hal lainnya, seperti penempatan mahasiswa yang mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kaltara. 

“Dengan adanya MoU ini, ke depan, kerja sama ini saya harapkan akan lebih meningkat lagi,” katanya.

Gubernur mengungkapkan, Pemprov Kaltara siap mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan yang dikerjasamakan dengan universitas, termasuk dengan IPB. 

“Kaltara sebagai provinsi baru dan geografis yang strategis, yaitu berada di wilayah perbatasan memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, dan dikerjasamakan,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan MoU antara IPB dengan UBT, yang ditandatangani dengan Rektor UBT Profesor Adri Patton. Kerja sama dilakukan dalam beberapa bidang. 

“UBT sebagai universitas negeri baru, masih perlu banyak belajar dan bimbingan. Untuk itu, saya harapkan melalui kerja sama ini, dari IPB bisa memberikan bimbingan dan masukan-masukan kepada UBT,” ujarnya. 

Ke depan juga, tambah Irianto, akan diprogramkan agar para dosen atau mahasiswa dari Kaltara bisa menempuh pendidikan pasca sarjana di IPB.


REPORTER : HUMAS PEMPROV 
Last Updated 2018-06-21T19:31:07Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
WAKIL INDONESIA : Novita Aida Dahlia (dua dari kanan) bersama guru pendampingnya, Wetty Heri Murtiningrum (paling kanan) dan para wakil Indonesia pada ajang Genius Olympiad 2018 di Amerika Serikat.



TANJUNG SELOR, Penakaltara.com – Satu lagi pelajar dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berprestasi di ajang internasional.  Setelah sebelumnya, Ari Pardomuan Manurung dan Henry Hoyono yang meraih medali emas di Rumania, kali ini siswi SMA Negeri 1 Tarakan lainnya, yaitu Novita Aida Dahlia yang sejak kemarin (13/6) sedang di Amerika Serikat, untuk mengikuti kejuaraan internasional Genius Olympiad 2018.

Menurut informasi dari Guru Pendampingnya, Wetty Heri Murtiningrum SPd, setibanya di Amerika Serikat tepatnya di Oswego, New York, Novita bersama para peserta lainnya mulai melakukan persiapan materi yang akan dilombakan. 

“Ini kami baru selesai pasang poster, besok kami lengkapi semua. Seperti menyiapkan bahan ekstrak anti rayapnya, brosur dan lainnya, sebelum dilakukan penjurian,” kata Wetty melalui pesan Whatsapp.

Dikatakan, dalam Genius Olympiad 2018 ini, Novita sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam Bidang Perlombaan Genius Olympiax ‘Kategori Science’. Dia akan berkompetisi bersama perwakilan 76 negara dari seluruh belahan dunia. 

“Dalam ajang Genius Olympiad ini ada 729 proyek terpilih dari 1.657 proyek yang dikirimkan oleh peserta dari berbagai negara di dunia. Kegiatan ini diikuti oleh 1.200 peserta atau finalis beserta pengawas dari perwakilan masing-masing negara,” ungkapnya.

Karya Novita yang akan dipertandingkan dalam ajang internasional itu, kata Wetty adalah sebuah hasil penelitian berjudul ‘Pengaruh Zat Ekstraktif Buah Perepat Bakau (Sonneratia alba Smith.) Sebagai Anti Rayap Alami Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes curviganathus Holmgren)’.

Dalam proyek penelitiannya ini, Novita mengangkat kearifan lokal dari Provinsi Kaltara. Yaitu Buah Perepat Bakau, sebagai anti rayap alami yang ramah lingkungan. Perepat merupakan salah satu tanaman endemik lokal khas dari pesisir pantai di Tarakan, yang bisa menjadi solusi atas permasalahan keawetan kayu yang ada di Indonesia dan dunia.

Untuk diketahui, sebelum lolos ke tingkat internasonal, Novita merupakan pemenang Medali Perak dari ajang kompetisi nasional, Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2018 di Jakarta pada Februari 2018. 

“Dari Indonesia, Novita tidak sendiri. Ada beberapa siswa lainnya. Di antaranya ada dari SMA Negeri 3 Denpasar, Bali, kemudian dari SMA Semarang dan beberapa lainnya,” kata guru SMA Negeri 1 Tarakan itu.

Diterangkan, Olimpiade Genius Olympiad adalah sebuah ajang kompetisi ilmiah internasional yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman global tentang isu-isu lingkungan dan pencapaian keberlanjutan melalui ilmu dasar sains, seni, penulisan kreatif, teknik, desain, dan pengembangan bisnis.

Olimpiade Genius Olympiad juga memberikan tantangan dan peluang bagi siswa sekolah menengah di seluruh belahan dunia, untuk menanamkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan. 

“Sekaligus juga untuk mempromosikan dan berkontribusi lebih besar terhadap kelestarian lingkungan sepanjang hidup mereka,” imbuhnya.

Mendengar kabar ada siswi asal Kaltara yang memiliki prestasi kelas dunia itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengaku bangga dan sangat mengapresiasi.

“Atas nama pribadi maupun pemerintah provinsi, kita memberikan penghargaan kepada Novita Aida Dahlia. Dia telah membawa nama harum Kaltara di dunia internasional. Ini juga membuktikan bahwa, anak-anak kita tidak kalah bersaing dengan siswa-siswi dari daerah lain di Indonesia. Bahkan dengan siswa dari negara-negara maju sekalipun,” ungkap Irianto.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak kepada semua masyarakat Kaltara untuk memberikan dukungan, baik moral maupun spiritual. 

“Mari kita sama-sama berdoa, semoga Ananda Novita ini bisa berhasil meraih juara di ajang tersebut,” ajaknya.

Gubernur menambahkan, seperti halnya kepada siswa lainnya yang memiliki prestasi gemilang, kepada Novita juga akan diberikan reward dari Pemprov Kaltara. 

“Kita akan berikan reward sebagai bentuk apresiasi kepada prestasi yang sudah diraihnya,” tutup
Gubernur.


REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-05-15T17:35:53Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
APRESIASI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan Rektor UBT Prof. Adri Patton bersama para lulusan terbaik wisuda XIX UBT, Senin (14/5).





TARAKAN, Penakaltara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan capaian prestasi yang digapai setiap insan Kaltara tak lepas dari perhatian. Bahkan, akan mendapatkan apresiasi. Ini disampaikan Gubernur Kaltara sekaligus Dewan Pertimbangan Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri penyerahan bantuan/hadiah lulusan terbaik wisuda XIX UBT Tahun 2018 di ruang pertemuan lantai 4 Gedung Rektorat UBT, Senin (14/5).

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terlepas dari capaian yang sudah diperoleh Provinsi Kaltara sejauh ini,” kata Irianto.

Dijelaskan Gubernur, apresiasi kepada insan Kaltara berprestasi tak hanya berlaku untuk perguruan tinggi tapi juga lulusan terbaik pada jenjang SMA dan SMK. Dimana tujuan utamanya, adalah untuk memberikan motivasi dan penghargaan atas upaya dan kerja keras insan Kaltara yang bisa mencapai prestasi. 

“Yang pasti, banyak program yang dilakukan Pemprov Kaltara di bidang pendidikan. Ini dilakukan sejak saya masih Pj Gubernur Kaltara. Bahkan, peningkatan kualitas pendidikan merupakan langkah pertama yang diambil. Lantaran, pendidikan merupakan syarat pertama bagi sebuah daerah atau negara untuk bergerak maju,” urai Gubernur.

Menilik hal itu, maka setiap insan pendidikan atau kaum terdidik di Kaltara harus mampu jadi agen perubahan. Dan, Kaltara sangat butuh pembimbing atau pemimpin perubahan. 

“Kenapa pemimpin perubahan dibutuhkan? Ini lantaran, setiap hari kita mengalami perubahan yang cepat. Kita pun dituntut untuk ikut berubah, agar mencapai kemajuan dan kesejahteraan, kedamaian dalam kehidupan,” ungkap Irianto.

Harus diingat juga, apapun pekerjaan yang akan dipilih nanti, pastinya untuk meraih keberhasilan dari pekerjaan itu, tak butuh tempat, asal keturunan, harta atau kedudukan yang tinggi. 

“Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menggapainya,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga menyinggung soal situasi nasional terkini. Menurut Irianto, kegaduhan akibat aksi terorisme dan radikalisme patut menjadi perhatian dan kewaspadaan.

“Tindakan radikalisme dan terorisme ini terjadi akibat cara berpikir yang sempit, gagal faham, sesat pikir, pemikiran tak komprehensif bahkan terkadang menjual agama untuk tujuan yang tak jelas,” jelas Irianto.

Gubernur juga mengajak masyarakat Kaltara untuk tegas menolak paham radikalisme.

“Kita telah berkomitmen untuk satu NKRI. Jangan sampai ada rasa kesukuan, agama dan lainnya. Jangan membedakan agama satu dengan lainnya. Jangan memunculkan sikap intoleransi antar umat beragama. Hal ini sangat jauh bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut masing-masing,” beber Gubernur.

Gubernur juga meminta kepada para mahasiswa dan dosen serta masyarakat Kaltara, untuk tidak memposting kata yang tidak bijak atau mencaci maki pihak tertentu.

“Jangan menyebarkan foto-foto atau tagline yang mendukung gerakan terorisme. Sebab, ini merupakan salah satu cara para pelaku teror untuk menunjukkan kekuatan dan keberhasilan mereka. Lebih baik mencapai prestasi dengan upaya yang baik di bidang pendidikan misalnya,” urai Irianto.

Terakhir, soal usulan fasilitasi percepatan pembangunan gedung perkuliahan UBT yang mangkrak, Gubernur mengaku telah menyampaikan hal ini pada rapat terbatas dengan Presiden beberapa waktu lalu. Dimana pada rapat itu, hadir pula Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). 

“Saat itu, saya juga meminta advis dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) soal percepatan penyelesaian masalah pembangunannya. Dari penjelasan pihak BPKP, diketahui bahwa sepanjang lahan tempat membangun gedung UBT tak bermasalah dengan hukum, maka proses
pembangunannya dapat dilanjutkan,” kata Irianto.

Perjuangan memperoleh dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna kelanjutan pembangunan beberapa gedung UBT itu, harus dilakukan bersama pihak yang terkait. Sebab, bila berharap dari APBD Kaltara maka sulit dilakukan saat ini. Karena tengah defisit anggaran. 

“Saya sarankan kepada Rektor UBT (Prof Adri Patton) untuk bersurat kepada Gubernur yang dilengkapi dengan data kebutuhan pembangunan di UBT secara rinci. Dengan dasar surat itu, Gubernur akan melanjutkan usulannya kepada kementerian terkait bahkan bila perlu hingga ke Presiden,” tutup Gubernur.



Lulusan Terbaik Wisuda XIX Yang Memperoleh Hadiah :
1. Siti Nurul Jameah dengan Dosen Pembimbing Syarifa Rafiqa memperoleh hadiah umroh.
2. Catty Ratnasari Sitorus ; Dr Syarifuddin (hadiah uang Rp 10 juta masing-masing)
3. Farman; Ariani (hadiah uang Rp 7,5 juta masing-masing)
4. Hasbiyassidik ; Dr Azis (hadiah uang Rp 5 juta masing-masing)
5. Julidar Sidebag ; Patra Julianto (hadiah uang Rp 2,5 juta masing-masing).


REPORTER : HUMAS PEMPROV

Last Updated 2018-05-07T12:18:13Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
DEWAN PERTIMBANGAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda XIX UBT di Stadion Indoor Telaga Kramat, Tarakan, Sabtu (5/5).



TARAKAN, Penakaltara.com - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengatakan, di era kemajuan jaman dengan perubahan yang begitu cepat, dunia pendidikan, termasuk Perguruan Tinggi (PT) untuk bisa mengikutinya.

Perguruan Tinggi, tegasnya, harus terus berbenah agar tidak ketinggalan. Demikian disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda XIX Universitas Borneo Tarakan (UBT) di Stadion Indoor Telaga Keramat, Tarakan, Sabtu (5/5).

Sebagai Dewan Pertimbangan UBT, Gubernur dalam kesempatan itu juga menyampaikan kuliah umum, dengan paparan berjudul Tantangan Era Millenial. Wisuda UBT kali ini disertai 262 orang wisudawan/wisudawati dari 6 fakultas, minus Fakultas Kesehatan dan Fakultas Ilmu Pendidikan. 

“Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UBT XIX,” kata Gubernur sebelum memulai paparan.

Dalam paparannya, Gubernur ingin memberikan informasi dan motivasi, baik bagi semua dan diri pribadi. 

“Mengutip pernyataan Jack Ma, ‘Hari Ini Sangat Kejam, Hari Esok Semakin Kejam, Lusa Akan Sangat Indah. Tapi Sayang, Banyak Orang Yang Menyerah di Esok Malam’. Maknanya, persaingan dewasa ini semakin ketat dan kejam. Lantaran, manusia dewasa ini semakin mudah menyakiti orang lain. Tantangan kedepan akan semakin kompleks, dan mungkin kita akan sulit memecahkannya. Sepanjang kita bersikap optimis, maka kita akan mampu bersaing untuk mengatasi setiap masalah itu,” ujar Irianto.

Perjuangan seperti yang dinyatakan dalam kutipan Jack Ma, itulah yang memotori Gubernur dalam memimpin ‘perjuangan’ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara hingga hari ini. Hasilnya, beberapa capaian mampu diperoleh dan dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Di antaranya, dikucurkannya dana hibah kepada UBT, beasiswa (Kaltara Cerdas), penurunan angka kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran dan lainnya.

“Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi generasi millenia Kaltara hingga 10 tahun kedepan. Yakni, kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi yang semakin besar. Ini berarti, tak ada nepotisme, semuanya dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini sudah diterapkan Pemprov Kaltara saat melakukan rekrutmen CPNS Kaltara. Masalahnya, sebagai lapangan kerja baru, talenta di bidang teknologi belum banyak tersedia di pasar tenaga kerja. Alhasil, daya tawar pekerja profesional di bidang teknologi pun tinggi. Industri pun menawarkan insentif yang besar bagi mereka. Fenomena ini
sudah mengglobal,” jelas Gubernur.

Hal diatas sejalan dengan era Revolusi Industri 4.0, yakni sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri. Efeknya, peningkatan efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja. 

“Ini berarti, akan ada kebutuhan tenaga kerja baru yang tumbuh pesat, sekaligus ada kebutuhan tenaga kerja lama yang tergantikan oleh mesin. Dari itu, generasi millenia Kaltara khususnya, harus berpikir kedepan. Jangan berpikir seperti masa lalu. Harus berani membangun diri untuk open minded dan siap berubah,” beber Gubernur.

Selanjutnya, Irianto mengupas mengenai tantangan transformasi digital di Indonesia. Generasi saat ini, merupakan garda terdepan dalam mengendalikan era globalisasi yang dilingkupi kemajuan teknologi. 

Melalui perangkat teknologi, generasi digital banyak berkontribusi dalam menstimulasi masyarakat ihwal pemanfaatan internet sebagai instrumen mobilitasnya. 

“Ada 3 aspek penting generasi saat ini untuk menghadapi masa depan. Yakni, harus memiliki pandangan terbuka terhadap berbagai pemikiran keagamaan. Lalu, hospitality yang berarti harus memiliki sikap keramah-tamahan kepada orang lain. Dan, inclusiveness, yakni bersifat inklusif dan mau menerima segala macam perbedaan pandangan dari pihak lain,” ulas Gubernur.

Lantas strategi apa yang harus disiapkan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0? Yakni, mendorong angkatan kerja untuk belajar dan meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi internet atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi industri. 

kedua, memanfaatkan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing IKM sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-Smart IKM. Ketiga, dunia industri harus memanfaatkan teknologi digital otomatisasi industri untuk mengoptimalkan jadwal produksi. Dan terakhir, melakukan inovasi teknologi melalui pengembangan start up dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. 

“Kondisi ini wajib diantisipasi oleh kalangan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya UBT dengan melakukan penyesuaian pada kurikulum dan metode pembelajaran yang harus mengikuti perkembangan teknologi serta informasi. Dunia pendidikan dan industri juga harus mampu mengembangkan strategi transformasi industri dengan mempertimbangkan sektor ketenagakerjaan,” kata Gubernur.

Dalam hal ini, Gubernur selaku Dewan Pertimbangan UBT menyarankan kepada civitas akademika UBT untuk secara berkala menghadirkan profesional berpengalaman dari sektor pemerintahan, swasta juga bisnis.

“Mereka akan melakukan sharing pengalaman serta teori. Hal ini tak sulit, juga efisien dari sektor biaya. Terpenting, adalah tersedianya fasiltias yang memadai,” ungkap Irianto.

Salah satu upaya Pemprov Kaltara untuk menyerap angkatan kerja dan menghadapi tantangan dunia ini, adalah mendatangkan investasi. Dimana, berdasarkan data BKPM RI, selama Januari hingga Maret 2018, proyek investasi di Indonesia mampu menyerap 201.239 TKI. 

Di Kaltara sendiri, ada 15 perusahaan yang akan berinvestasi. Di antaranya, PT Inalum, Hyundai Engineering and Construction Co. Ltd, PT Kayan Hydro Energy (KHE) dan lainnya. Sementara perusahaan asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah RI untuk berinvestasi di Kaltara, yakni PT Indonesia Dafeng Heshun Energi Industri MoU dengan China Gezhouba Group Kaltara untuk support pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan (nilai investasi USD 10 miliar), PT Adhidaya Suprakencana MoU dengan China Gezhouba Group untuk rencana pembangunan industri di Kaltara (nilai  investasi USD 10 miliar), PT Dragon Land MoU dengan East China Engineering Science And Technology Co. Ltd. (nilai investasi USD 700 juta), PT KHE MoU dengan Sino Hydro Corp. 

Ltd terkait rencana kerjasama pembangunan PLTA Kayan (nilai investasi USD 17,8 miliar), dan PT Prime Steel Indonesia Mou dengan Metallurgical Corp Of China Ltd terkait rencana pembangunan industri smelter di Kaltara (nilai investasi USD 1,2 miliar).

“Insya Allah hari Senin (7/5), saya akan memenuhi undangan diskusi dengan Perdana Menteri RRT yang dipimpin Wakil Presiden HM Jusuf Kalla terkait rencana investasi di Kaltara. Ini menunjukkan bahwa untuk meyakinkan investor berinvestasi di Kaltara butuh banyak energi dan waktu. Bahkan, harus berpuluh-puluh kali melakukan pertemuan untuk meyakinkan mereka,” urai Irianto.

Di akhir paparan, Gubernur memberikan kejutan bagi para lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasinya terhadap keberhasilan mereka. Yakni, untuk lulusan terbaik I pada wisuda kali ini, beserta dosen pembimbingnya akan dihadiahi Umroh. Untuk lulusan terbaik II, beserta dosen pembimbingnya diberikan hadiah uang Rp 10 juta, dan lulusan terbaik III beserta dosen pembimbingnya diberikan hadiah uang sebesar Rp 7,5 juta per orang. 

Begitu seterusnya, hingga lulusan terbaik IV dan V beserta dosen pembimbing masing-masing. Setelah mengumumkan suprise itu, Gubernur bersama Rektor UBT Prof. Adri Patton melakukan penandatangan MoU Kerja Sama UBT dengan Pemprov Kaltara.


REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-05-07T12:03:22Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
BANTUAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto didampingi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemprov Kaltara kepada beberapa elemen masyarakat.


SEBATIK, Penakaltara.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bersama Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menghadiri pembukaan Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional I di Bumi Perkemahan Bambangan, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Jumat (4/5). 

Pembukaan perkemahan yang dimulai pada 2 hingga 7 Mei itu diawali dengan Upacara Buka Adat Bhineka Tunggal Ika. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan KBN Tingkat Nasional I 2018. Dimana bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault. KBN I disertai 1.500 warga perkemahan dengan 24 Sangga Kerja.

Selain perkemahan dan pameran, pada KBN ini juga dilakukan observasi, penelitian, kegiatan semiloka dan lainnya. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kaltara, Bupati Nunukan, masyarakat Sebatik dan lainnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” kata Adhyaksa.

Pada kegiatan bertema ‘Pramuka Perekat NKRI’ ini, Ketua Kwarnas juga menegaskan bahwa lewat KBN ini, NKRI harus dijaga setiap kader Pramuka. 

“Ada ‘4-I’ yang akan mengubah wajah dunia. Yakni, industri, investasi, individualis, dan informasi. Informasi yang masuk kini misalnya, sangat dahsyat. Baik yang positif maupun negatif. Untuk itu, butuh upaya untuk menanganinya, dan harus dihadapi dengan jatidiri bangsa yang matang,” paparnya.

Adhyaksa juga menuturkan, setiap anggota Pramuka di Indonesia, khususnya Kaltara harus mampu memperhatikan dan mengawasi lingkungan masing-masing dari bahaya narkoba. Dimana, kini perkembangannya sungguh berbahaya sekali. 

“Peredaran narkoba di Indonesia merupakan upaya sistematis dari luar untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Atas hal itu, Pramuka diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan peredarannya,” urainya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie selaku Ketua Majelis Bimbingan Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kaltara memaparkan kondisi Pulau Sebatik yang menjadi tuan rumah KBN Tingkat Nasional I 2018. Dimana, di pulau ini terdapat 5 kecamatan dengan mata pencaharian utama masyarakatnya, adalah pertanian, perkebunan kakau, kelapa sawit dan kopi. 

Sebatik juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya kelautan dan perikanan. Bahkan di daerah ini, tengah dikembangkan peternakan sapi yang dibantu oleh pemerintah. 

“Pulau Sebatik melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 51/2016 telah ditetapkan sebagai sentra pembangunan perikanan terpadu. Dan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 29/2008, Sebatik dan Nunukan juga ditetapkan sebagai kawasan strategis cepat tumbuh di Indonesia,” kata Irianto.

Untuk diketahui juga, sejak masih tergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Pulau Sebatik telah diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sebatik. Namun, hingga hari ini usulan tersebut belum dapat terealisasi. Mengingat, pemerintah masih menerapkan kebijakan moratorium pembentukan DOB. 

“Kita harus terus berdoa agar harapan terbentuknya DOB Kota Sebatik dapat segera terealisasi,” jelas Gubernur.

Sehubungan dengan pelaksanaan KBN tingkat Nasional I sendiri, Gubernur menyampaikan penghargaan dan apresiasinya kepada Kwarnas Gerakan Pramuka yang telah memberikan kehormatan bagi Kaltara, khususnya Pulau Sebatik untuk menjadi tuan rumah KBN Tingkat Nasional I 2018.

Gubernur menyadari, sebagai provinsi baru dan termuda di Indonesia, dalam pelaksanaan KBN ini, banyak keterbatasan dan kekurangan yang ditemui. Namun, hal ini sedianya akan menjadi pembelajaran yang baik bagi pelaksanaan KBN kedepan. Apresiasi terhadap terlaksananya KBN ini, berhubungan dengan beragam situasi yang akan dihadapi masyarakat Indonesia kedepan, khususnya masyarakat perbatasan.

Utamanya, serangan atau pengaruh kultural asing dari semua sisi. Serangan ini, diyakini Gubernur mampu merapuhkan daya tahan dan daya juang bangsa Indonesia.

“Untuk itu, KBN ini tak hanya menjadi ajang seremonial. Tapi, dapat menjadi tonggak pencegahan dampak negatif dari serangan kultural asing itu,” jelas Gubernur.

Usai upacara pembukaan, Gubernur didampaingi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara Marthen Sablon, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid dan sejumlah pejabat lainnya menyerahkan secara simbolis bantuan kepada sejumlah elemen masyarakat.


REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-05-06T14:33:46Z
Foto : Kurniawan/Penakaltara.com
BEDAH : Dr Khairul, dr Jusuf SK, dr Ari Yusnita, Dr Ana Sriekaningsih menjadi pemateri diskusi pada launching buku berjudul 'Tak Sekedar Menjadi Dokter' dan 'Lebih Dekat Dengan Pak Dokter Khairul' di Gedung Gajah Mada, Jalan Gajah Mada, Kota Tarakan, Minggu (6/5) sore.



TARAKAN, Penakaltara.com - Ada yang beda dalam acara diskusi dan bedah buku 'Tak Sekedar Menjadi Dokter' dan 'Lebih Dekat Dengan Pak Dokter Khairul' di Gedung Gajah Mada, Kota Tarakan, Minggu (6/5) sore.

Ternyata diskusi yang diinisiasi oleh Pusat Kajian Masyarakat Perbatasan (PIKIR) Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut merupakan ajang eksplorasi ide dan pengejewantahan ide-ide pembangunan dari dr Khairul, Calon Wali Kota Tarakan 2019 - 2024 nomor urut dua.

Diskusi yang dipandu oleh A. Rifai Ilyas tersebut membedah pemikiran Khairul melalui dua buku tulisan mantan Sekretaris Kota Tarakan tersebut.

Dikonfirmasi, dr Khairul memaparkan melalui dokumentasi dalam buku tersebut, diharapkan ide-ide yang disampaikan dapat menjadi gagasan yang bermanfaat bagi semua.

"Tapi minimal buat saya pribadi dan keluarga sudah (bermanfaat). Menyampaikan kesan-kesan mulai dari menjadi staf hingga pejabat di Pemkot Tarakan," paparnya usai acara (6/5).

Menurutnya, pengalamannya sebagai praktisi pemerintahan dituang dalam dua buku ukuran sedang tersebut. Namun, ia tidak menyangkal jika interpretasi terhadap isi buku tersebut kembali pada pembaca, termasuk hak pembaca untuk mengkritisi.

"Itulah fungsi dari sebuah buku. Silahkan maknai apapun. Tergantung dari pembacanya," bebernya.

Terkait penyebaran, saat ini masih sebatas kegiatan amal, yaitu dibagikan pada kelompok-kelompok literasi atau pembaca. Termasuk pada kelompok mahasiswa se-Kota Tarakan yang antusias mengikuti kegiatan ilmiah tersebut. Hal ini juga untuk meningkatkan budaya baca di Kota Tarakan dan Kaltara umumnya.

"Juga pada peminat buku. Karena masalah buku, budaya baca (masyarakat) masih belum terlalu bagus," paparnya.

Selain didistribusikan pada kelompok-kelompok peminat literasi. Pihak yang juga cocok untuk membaca bukunya tersebut yaitu praktisi bidang kesehatan, khususnya praktisi kesehatan masyarakat, sebagai ajang berbagi pengalaman.

"Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kawan-kawan yang lain. Saya juga siap untuk melakukan diskusi. Termasuk tim yang ingin bersama membangun sistem," jelasnya.

Mantan Wali Kota Tarakan yang menjadi pemateri pada diskusi tersebut, dr Jusuf SK mengatakan hal ini merupakan semangat dari Khairul untuk berbagi pengalaman pada yang lain.

"Itu sebuah amal jariyah," bebernya.

Secara tersirat, sebagai mentor ia tetap membangun komunikasi dengan Khairul. Terkait keinginan Khairul untuk menjadi Wali Kota periode mendatang, hal ini akan mempermudahnya berkomunikasi dan berbagi pengalaman.

"Karena tidak bisa diputuskan rangkaian pembangunan ini. Yaitu semangat dan realisasinya," akhirnya. 


Reporter : Kurniawan

Editor : Rico Jeferson
Last Updated 2018-05-06T10:59:20Z
FOTO : Kurniawan/Penakaltara.com
TINJAU : Anggota DPR RI asal Kalimantan Utara, dr Ari Yusnita meninjau sarana dan prasarana pendidikan di Tarakan, Sabtu (5/5) pagi





TARAKAN, Penakaltara.com – Sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Utara (Kaltara) turut menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan, Ibu Kota Jakarta.

Dalam serangkaian kunjungan lapangan di Kaltara, Anggota Komisi VII DPR RI, dr Ari Yusnita menyampaikan hal ini. Menurutnya, salah satu lembaga pendidikan di Kaltara, yaitu Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sejenis (SPS) Imbaya di Kota Tarakan berhasil mendapatkan bantuan, untuk renovasi bangunan dan ruang belajar melalui kerjasama DPR RI dan perusahaan terkait.

"Tahun 2016 saya silaturahmi ke sini. Mereka (PAUD) minta tolong diperbaiki. Karena kami mitra kerja PLN, saya minta tolong pada PLN (pusat)," ujar Ari usai meninjau SPS yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Tarakan tersebut, Sabtu (5/5)

Bahkan SPS atau PAUD tersebut telah selesai direnovasi, sehingga dapat digunakan secara layak untuk kegiatan belajar mengajar bagi para murid dan gurunya. Bantuan tersebut didapat melalui program corporate social responsibility (CSR) dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Untuk itu, PAUD yang berada dibawah binaan PKK Kota Tarakan tersebut kemudian diresmikan oleh politisi dari Nasdem ini.

“Bantuan CSR PLN melalui usulan dari saya. Karena memang kita mitra kerjanya dengan PLN, Pertamina, PGN (yang khusus menangani energi),” urainya.

Ia mengaku bersyukur atas hal ini. Sebab, dari kondisi bangunan yang rusak menjadi layak pakai. Ia berharap agar pendidikan di Kaltara dapat terus maju. Karena menurutnya anak-anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa yang akan menjadi aset negara, sehingga perlu didukung keberlangsungan pendidikannya.

"Tahun 2016 saya silaturahmi ke sini. Mereka (PAUD) minta tolong diperbaiki. Karena saya mitra kerja dengan PLN, saya minta tolong PLN bantu dengan CSR," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, juga diberikan buku sebagai bahan bacaan bagi murid-murid PAUD. Usai meninjau lokasi, politisi kelahiran Balikpapan ini kemudian melanjutkan agenda kunjungannya di Tarakan.

“Pendidikan bisa nomor satu, karena merupakan generasi penerus. Dengan adanya perbaikan sekolah, otomatis meningkatkan sekolah lebih nyaman,” terangnya.

Reporter : Kurniawan

Last Updated 2018-05-03T16:17:49Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
BANTUAN PENDIDIKAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyerahkan secara simbolis BOP 2018 untuk SMA/SMK/SLB se-Kaltara, kemarin (2/5)



TANJUNG SELOR, Penakaltara.com – Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 29,9 miliar (M) untuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), kepada 91 sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta se Kaltara.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kepada perwakilan sekolah pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Rabu (2/5). 

“BOP ini diberikan sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi dalam hal memajukan Pendidikan di Kaltara,” ungkap Irianto.

Mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara H Sigit Muryono menjelaskan, BOP diberikan untuk sekolah negeri dan swasta di jenjang pendidikan menengah, khususnya SMA dan SMK. 

Termasuk ke SLB yang menjadi kewenangan Pemprov. Dirincikan, BOP yang disalurkan tahun ini ditangani oleh dua OPD. Kepada sekolah negeri dengan alokasi sebesar Rp 25.634.400.000 diberikan kepada 62 sekolah (SMA dan SMK) negeri se Kaltara. Sementara kepada sekolah swasta yang berjumlah 29 sekolah (SMA dan SMK) disalurkan oleh Biro Kesra melalui dana hibah dengan alokasi anggaran Rp 4.295.500.000. 

“BOP ini besarannya per siswa berbeda-beda.  Untuk siswa SMA, tiap siswa menerima BOP Rp 1 juta per tahun. Untuk SMK, Rp 1,5 juta per tahun, dan SLB Rp 1,4 juta per tahun,” jelas Sigit lagi.

Dikatakan Sigit, meski sama-sama bersumber dari APBD, penyaluran BOP untuk sekolah negeri dan swasta juga berbeda. Bagi sekolah negeri, BOP penyalurannya melalui Disdikbud Kaltara. Sementara sekolah swasta menggunakan dana bantuan sosial (Bansos) atau hibah sesuai usulan Disdikbud Kaltara, dan langsung disalurkan ke sekolah penerima.

“Selain BOP dari APBD Provinsi, ada juga BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional) yang akan ditambahkan. Untuk BOSNAS, untuk siswa SMA Rp 1,4 juta per tahun, SMK Rp 1,4 juta per tahun, SLB Rp 2 juta per tahun, SMP Rp 1 juta per tahun, dan SD Rp 800 ribu per tahun,” ungkap Sigit. Untuk diketahui, BOSNAS bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hardiknas di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Rabu (2/5).  Selain membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, dalam amanatnya Gubernur juga menyampaikan beberapa pesan kepada peserta upacara yang didominasi para pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkup Pemprov Kaltara. 

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak, mari kita tidak henti-hentinya selalu bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Pengampun, hingga pagi ini kita masih diberikan kesehatan, kekuatan dan kesempatan untuk beraktivitas,” ujar Gubernur.

“Dan yang lebih penting lagi, rasa syukur kita karena masih diberikan suasana yang damai dan aman. Kita juga masih diberikan kehidupan yang lebih baik,” lanjutnya.

Gubernur juga mengingatkan kepada semua untuk merenungi kembali, keberhasilan dalam kehidupan, serta pencapaian-pencapaian yang dinikmati sekarang, adalah tidak lepas dari jasa dan perjuangan para pendahulu. 

“Atas seizin Allah SWT, semua kenikmatan ini karena jasa para pahlawan dan pejuang yang mengabdi dengan penuh keikhlasan, sehingga sekarang kita menikmati hidup lebih baik, pada hari ini dan di masa depan,” ujarnya.

Untuk itu, Gubernur mengajak kepada masyarakat, utamanya generasi muda untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa para pahlawan, pendahulu, sekaligus mendoakan kepada mereka bagi yang sudah meninggal dunia, semua dalam keadaan khusnul khatimah. 

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi yang sangat kompleks. Di mana perubahan yang begitu cepat. Untuk itu, dibutuhkan diri dengan daya juang yang tangguh. Begitupun dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Irianto mengatakan, 2 Mei tetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Suwardi Suryaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. 

“Saya sudah membaca riwayat hidup beliau, yang tidak banyak diketahui, bahwa beliau ini adalah lulusan pesantren. Seorang santri yang menjadi pencetus pendidikan untuk memajukan kebudayaan,” kata Irianto. 

Momentum Hardiknas, imbuhnya, menjadi renungan kita untuk bermuhasabah, merefleksikan diri terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang Pendidikan. “Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang terdepan untuk membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan,” ulasnya. 

Dalam kesempatan itu, selain menyerahkan BOP, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis sertifikat profesi guru kepada 61 guru di Kaltara, serta sertifikat lembaga sertifikasi kepada SMK Negeri 1 Tanjung Selor dan SMK Negeri 1 Tarakan.


REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-05-02T16:26:08Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
UJIAN NASIONAL : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelaksanaan UN di Kaltara, beberapa waktu lalu.


TANJUNG SELOR, Penakaltara.com – Rencananya Kamis (3/5), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK se-Kaltara. Ini disampaikan Kepala Disdikbud Provinsi Kaltara Sigit Muryono, Selasa (1/5).

“Pengumuman hasil UN ini dilakukan setelah Kemendikbud menyerahkan hasil UN kepada Disdikbud dan Cabdisdikbud (Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) untuk selanjutnya diserahkan kepada kepala sekolah masing- masing untuk diumumkan kepada siswanya,” kata Sigit.

Disdikbud sendiri telah menyerahkan hasil UN itu kepada masing-masing kepala Cabdisdikbud di Kaltara pada Selasa kemarin di Tarakan. “Yang patut diketahui, hasil UN ini tak menentukan kelulusan. Hanya saja, diperlukan bagi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebaliknya, yang menentukan kelulusan siswa itu, salah satunya adalah USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional). Dari itu, nilai USBN-nya harus baik,” ucap Sigit.

Standar kelulusan lainnya, siswa telah mengikuti seluruh proses pembelajaran selama tiga tahun, bersikap dan berperilaku baik, lulus USBN dan pernah mengikuti UN minimal 1 kali. 

“Jadi, nilai UN tak begitu berpengaruh terhadap kelulusan. Tapi jangan diabaikan karena penting untuk melanjutkan kuliah,” urai Sigit.

Dari pelaksanaan UN sendiri, di Kaltara jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 5.517 orang. Tapi, dalam pelaksanaannya, ada 17 peserta UN yang tidak mengikutinya karena berhenti sekolah. 

“Dari peserta yang mengikuti UN di hari H sebanyak 5.500 siswa, 7 siswa akan mengikuti UN Susulan. UN Susulan ini digelar seminggu setelah pelaksanaan UN,” tuntasnya. 

Sebagai informasi, rencananya pada Jumat (4/5) hasil USBN se-Kaltara akan diumumkan.


REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-04-03T11:05:11Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
KOMPUTERISASI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Wagub Kaltara H Udin Hianggio meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Tanjung Selor, Senin (2/4).

TANJUNG SELOR, Penakaltara.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Tanjung Selor, Senin (2/4). 

UNBK serentak dimulai hari ini yang diikuti 8.272 siswa SMA dan SMK se-Kaltara. Mereka tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kaltara, yang terdiri dari 69 SMA dan 28 SMK. Kekhawatiran terkait sulitnya akses baik fasilitas maupun akses jaringan, Irianto memastikan instansi terkait sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengsukseskan UNBK. 

“Untuk mengantisipasi daerah terisolir, sistem pelaksanaan UNBK dilakukan secara offline,” kata Irianto yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio. 

Untuk penyediaan komputer saat pelaksanaan UNBK, instansi terkait sudah berkoordinasi dengan masyarakat maupun aparat desa setempat untuk dipinjam dan digunakan saat ujian. Begitupun dengan ketersediaan jaringan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), PT Telkom, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga Kepolisian Resor (Polres). 

Dalam hal ini, Polres akan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) yang ada di daerah pedalaman, apabila jaringan sedang dalam keadaan lumpuh, nantinya jaringan radio kepolisian akan digunakan untuk mengirim hasil ujian.

Bersamaan dengan itu, Kepala Disdikbud Kaltara Sigit Muryono mengungkapkan, 50 proktor dan teknisi dari sekolah yang ada di daerah pedalaman juga sudah dilatih untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK tahun ini. 

“Sebagai bentuk apresiasinya harus dilatih proktor dan teknisi khusus 28 sekolah penyelenggara di remote area (daerah 3T),” kata Sigit.

Menurutnya, UNBK harus dilaksanakan untuk mendapatkan nilai integritas ujian nasional. Manfaatnya, adalah ketika peserta didik sudah lulus tidak ada lagi yang menjadi pembeda dengan lulusan dari provinsi lainnya, sehingga UNBK di Kaltara tidak ada lagi perbedaan antara pedalaman maupun perkotaan. 

“Karena ada beberapa perguruan tinggi yang memberikan bobot untuk integritas ujian nasional,” jelas Sigit.

REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-03-22T08:19:32Z
Foto Humas Pemprov Kaltara
UJIAN NASIONAL : Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie kala meninjau pelaksanaan UNBK disalah satu SMK di Kaltara belum lama ini.


TANJUNG SELOR, Penakaltara.com – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara serantak akan dimulai awal April mendatang. Tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara), yang tahun ini peserta UNBK- nya sebanyak 18.954 siswa mulai dari SMP hingga SMK dan SMA.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono mengungkapkan, sesuai data yang diperoleh, para peserta UNBK tahun ini terdiri dari 2.756 siswa SMK. Kemudian jenjang SMA/MA diikuti 66 sekolah dengan jumlah peserta 5.490. Sedang Ujian Nasional SMP/MTs diikuti 174 sekolah. Rincinya, 104 sekolah menggelar UNBK dan 70 sekolah Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Jumlah keseluruhan peserta mencapai 10.704 siswa.

Sigit mengatakan, sebelum memasuki pelaksanaan UNBK, dijadwalkan mulai 19 Maret hingga 26 Maret ini, pihak sekolah mulai melakukan  persiapan perangkat komputer yang akan digunakan untuk UNBK, atau sebelum memasuki minggu tenang.

Berdasar jadwal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kata Sigit, pelaksanaan UNBK tahun ini akan dimulai pada 2 April nanti. SMK akan mengawali UNBK tahun ini, mulai dari 2 hingga 5 April 2018. Kemudian disusul tingkat SMA/MA pada 9 hingga 12 April 2018. Sedangkan untuk UNBK tingkat SMP dilaksanakan pada 23 hingga 26 April 2018.

Sigit menambahkan, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti UN sesuai jadwal, dengan alasan sakit atau ada hal tertentu dan yang tidak bisa ditinggalkan, panitia UN masih memberikan kesempatan untuk bisa mengikuti UN Susulan. 

“Jadwal ujian susulan dilaksanakan pada 17 hingga 18 April 2018 untuk jenjang SMK dan SMA/MA. Lalu untuk jenjang SMP pada 8 hingga 9 Mei 2018. Apabila tetap tidak hadir juga, masih ada kesempatan mengikuti ujian perbaikan pada bulan Juli,” urainya.

Dikatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini tak ada lagi distribusi soal UN ke seluruh sekolah atau lewat rayon-rayon. Di samping itu, juga tidak ada pengawalan ketat polisi mengawal distribusi soal UN. Karena kini seluruhnya hampir sudah melaksanakan UNBK. Di mana, soal ujian tinggal di-download.

Soal UNBK, lanjutnya, di-download pertama untuk soal atau sinkronisasi soal. Di mana sinkronisasi soal paling lambat H-1 atau H-2. Kecuali untuk daerah remote atau blank spot, yang rencananya sinkronisasi soal dilakukan pada H-7 dan selanjutnya pada menjelang hari ujian dilakukan download token atau sinkron token (20 menit sebelum ujian). 

“Setelah kami lakukan beberapa kali simulasi dan gladi bersih, ternyata untuk di daerah remote sinkronisasi soal dapat dilakukan H-4 atau H-3. Hanya saja di Malinau ada beberapa sekolah yang sinyalnya terbatas, tidak lagi sinkron token, tetapi akan diberikan token offline. Di mana pemberian token offline sudah disepakati dengan pusat penilaian pendidikan kementerian,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengimbau kepada para orangtua siswa maupun siswa, agar tidak terbebani dengan UN itu sebagai penentu kelulusan. “Tetap tenang, tidak perlu tegang. Yang penting belajar, dan berdoa,” ujarnya.

Ditambahkan, UN merupakan tolok ukur pemetaan kualitas pendidikan. Bukan sebagai penentu kelulusan siswa. “Melalui UN, kita mau tahu setiap mata pelajaran itu kekuatan seperti apa? Artinya apakah pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama ini di sekolah, ukurannya sama dan bisa mengevaluasi atau perbaiki 8 standar pendidikan,” pungkasnya.

REPORTER : HUMAS PEMPROV
Last Updated 2018-02-12T10:19:34Z
FOTO : HUMAS PEMPROV KALTARA
UJIAN NASIONAL : Gubernur Kaltara Dr.  H.  Irianto Lambrie  ketika memantau UN tahun lalu 



TANJUNG SELOR, penakaltara.com – Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kaltara tahun ini berjumlah 18.950 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari seluruh daerah di provinsi termuda ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono mengungkapkan pelaksanaan ujian nasional pada tahun ini tidak berbeda dari tahun sebelumnya. Yakni dengan UNBK dan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Akan tetapi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan prosentase UNBK harus lebih banyak dari UNKP. 

“UN tahun ini akan dilaksanakan dengan UNBK dan UNKP. Targetnya, UN tahun ini dengan UNBK yaitu minimal 70 persen tingkat SMP atau MTS. Kemudian untuk SMA atau MA dan SMK 100 persen kecuali daerah remote atau 3T (Terpencil, Terluar dan Tertinggal) tidak wajib UNBK, namun disarankan,” kata Sigit.

Sigit merincikan, peserta UNBK di Kaltara terdiri 174 sekolah jenjang SMP/MTs telah terdaftar dan akan melaksanakan UNBK. Sedangkan untuk SMA, MA terdapat 66 sekolah dengan 5.490 siswa. Untuk SMK berjumlah 28 sekolah dengan 2.756 siswa. 

“Ada 3 sekolah SMTK (Sekolah Menengah Teologi Kristen) belum terdaftar, karena statusnya belum jelas. Apakah datanya itu mengikuti Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau Education Management Information System (EMIS),” papar Sigit.

Berkaitan dengan wilayah 3T, Disdik akan berupaya agar pelaksanaan UNBK tetap berjalan. Misalnya, penggabungan sekolah pada titik point, sharing facilities, penyediaan V-Sat, penyediaan generator set (Genset), serta meningkatkan koordinasi dengan PLN juga provider internet. 

“Tahun depan, untuk wilayah terisolir, Disdikbud akan mengusulkan bantuan lewat Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kaltara untuk penguatan jaringan internet. Sedangkan untuk masalah listrik, kami upayakan melalui bantuan operasional provinsi maupun Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” katanya.

Selain UNBK, sekolah juga wajib melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Di mana mata pelajaran yang diajarkan di sekolah wajib di USBN-kan. “Soal USBN nanti akan dibuat pemerintah pusat dengan prosentase 20 hingga 25 persen. Sedangkan, sisanya 75 hingga 80 persen dibuat oleh guru yang akan divalidasi melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kami juga telah melakukan koordinasi dan membimbing seluruh MGMP di Kaltara untuk melakukan penulisan soal targetnya awal bulan maret ini soal sudah selesai disusun,” sebut Sigit.

Meski tidak menentukan kelulusan, akan tetapi ujian nasional wajib diikuti oleh seluruh siswa untuk bisa lulus. “Target kelulusan setiap sekolah sudah tentu 100 persen. Namun terkadang sulit tercapai, karena kadang kala ada saja siswa yang berhenti sekolah secara tiba-tiba saat menjelang ujian sehingga Daftar Nominatif Tetap (DNT) tidak dapat diubah,” katanya.

REPORTER : HUMAS PEMPROV